Sunday , January 21 2018
Home > Mancanegara > 15 ORANG ANGGOTA PERDAMAIAN PBB MENINGGAL SETELAH SERANGAN PEMBERONTAK DI KONGO

15 ORANG ANGGOTA PERDAMAIAN PBB MENINGGAL SETELAH SERANGAN PEMBERONTAK DI KONGO

Pasukan Perdamaian PBB Diserang di Kongo, 15 Tewas

Anggota tim pasukan Keamanan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Republik Demokratik Kongo, diserang oleh pemberontak Uganda. Penyerangan ini menewaskan setidaknya 15 anggota tim pasukan PBB tersebut. Serangan ini dikategorikan sebagai penyerangan paling mematikan dalam 25 tahun terakhir ini. Menurut Dewan Keamanan PBB, tim misi perdamaian yang anggotanya rata-rata berasal dari Tanzania terbunuh di Provinsi Kivu Utara pada Kamis malam.

Lima pasukan Kongo yang ada di kejadian juga menjado korban dan 60 orang lainnya yang mengalami luka dalam serangan mematikan tersebut. Antonio Guterres, Sekretaris Jenderal PBB mengatakan bahwa ia sangat marah atas serangan tersebut dan menyebutkan bahwa aksi tersebut meninggalkan luka pahit. Saya mengutuk serangan yang terjadi kemarin, serangan pada tim pasukan perdamaian PBB ini tidak bisa diterima dan bisa disebut sebagai kejahatan perang, kata Guterres.

Heather Nauert, Juru bicara Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat juga menyatakan kebenciannya terhadap aksi yang dilakukan para pemberontak tersebut. Kejadian tersebut dikutuk oleh pemerintah AS dan menjadi aksi yang sangat memuakkan di dunia. Serangan tersebut merupakan jumlah korban jiwa terbanyak pada tim misi perdamaian PBB sejak 1993 ketika 24 anggota pasukan PBB di Pakistan terbunuh di Somalia akibat perang Sipil.

Daerah timus Kongo memang saat ini telah masuk dalam status darurat level tiga sama dengan konflik di Irak, Suriah dan Yaman. Hal tersebut dilihat dari bentrokan yang sering terjadi antara pasukan pemerintah dan pasukan pemberontak serta bentrokan antar suku yang semakin meningkat dalam setahun terakhir ini. Pemerintahan Kongo diminta untuk mengusuk kasus ini agar dapat cepat mengadili para pelaku.

Saat ini dipastikan 15 orang meninggal dan puluhan lainnya terluka bahkan dalam kondisi kritis. Pasukan PBB yang datang ke Kongo sudah menderita dari berbagai serangan sejak pertama datang ke Kongo. Negara yang kaya akan mineral tapi tidak stabil keamanannya ini menjadi tuan rumah bagi grup pemberontak dan grup etnis garis keras. Kelompok Pembela HAM mencatat lebih dari 500 tewas dan setidaknya 1.087 diculik, serta 11 orang diperkosa massal di Kivu Utara, sejak Juni lalu.

Check Also

JOKOWI MENYERUKAN PEMBERI PINJAMAN UNTUK MEMBANTU PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA

Presiden Joko “Jokowi” Widodo telah meminta kreditur lokal untuk mengucurkan lebih banyak pinjaman kepada usaha …