News

156 PERSONEL TNI BERGABUNG DENGAN LATIHAN TERJUN PAYUNG DI TIMIKA

156 PERSONEL TNI BERGABUNG DENGAN LATIHAN TERJUN PAYUNG DI TIMIKA

156 PERSONEL TNI BERGABUNG DENGAN LATIHAN TERJUN PAYUNG DI TIMIKA – Sebanyak 156 personel dari Para Raider 330 / Batalyon Triharma Indonesia bergabung dengan latihan terjun payung di Bandara Mozes Kilangin di Timika, Provinsi Papua, Jumat pagi. Latihan terjun payung ini tidak ada hubungannya dengan 1 Desember atau hari peringatan Gerakan Papua Merdeka (OPM) sering diperingati, menurut Panglima Angkatan Udara Indonesia, Panglima Angkatan Udara Marshall Hadi Tjahjanto.

“Latihan terjun payung ini secara rutin diadakan di seluruh wilayah Indonesia,” katanya kepada wartawan setelah mengamati latihan oleh pasukan terjun payung.

Personel TNI selalu mengambil bagian dalam latihan ini yang baru-baru ini diadakan di Jayapura, ibukota Provinsi Papua, untuk meningkatkan keterampilan mereka dari pasukan reaksi cepat. Latihan serupa dilakukan di Selaru, Morotai, dan Timika pada tahun 2018.

Pada hari Jumat, pasukan terjun payung yang berpartisipasi, yang mendarat di sisi barat Bandara Mozes Kilangin secara langsung, mengenakan topi Santa Claus. Mereka juga membawa hadiah Natal untuk dibagikan kepada beberapa ribu warga yang berkumpul di sana untuk menyaksikan mereka beraksi.

Latihan ini bertujuan untuk menghibur penduduk Timika dan sekitarnya sehingga personel TNI menjadi lebih ramah dengan anggota masyarakat asli Papua, kata Panglima TNI Panglima TNI Marshall Hadi Tjahjanto.

“Personel TNI dan Kepolisian Nasional tetap berkomitmen untuk menjaga keamanan di tanah Papua, terutama pada saat orang sedang bersiap untuk merayakan Natal tahun ini dan Malam Tahun Baru 2020,” katanya.

Baca Juga : ORANG ORANG BERSENJATA PAPUA MENYERANG MOBIL PENGAWAL PT FREEPORT INDONESIA

156 PERSONEL TNI BERGABUNG DENGAN LATIHAN TERJUN PAYUNG DI TIMIKA – Sementara itu, sehubungan dengan peringatan ulang tahun OPM pada 1 Desember, Ketua Nahdlatul Ulama (NU) Jayapura Bab KH Abdul Kahar Yelipele telah meminta semua orang Papua di seluruh provinsi untuk menjaga perdamaian.

“Mari kita semua, saudara dan saudari, menjaga perdamaian dan keamanan di Papua. Saya menghimbau kita semua untuk memastikan bahwa tidak akan ada gerakan yang berpotensi memicu perpecahan di antara kita,” kata Yelipele baru-baru ini.

Dia mendesak semua anggota komunitas Papua di Jayapura dan bagian lain Papua untuk menahan diri dan tidak terpancing oleh mereka yang ingin merusak persaudaraan dan perdamaian di antara orang-orang.

Karena itu, gerakan yang tidak perlu menjelang awal Desember tidak diperlukan. Sebaliknya, 1 Desember akan menjadi waktu untuk mempersiapkan Natal yang damai dan tenang.

Untuk tujuan ini, semua elemen masyarakat diharapkan mendukung saudara-saudari Kristen mereka. Oleh karena itu, milenium Papua juga harus bijaksana dalam menanggapi masalah atau panggilan untuk mengamuk.

“Saya menyerukan kepada semua anggota generasi muda untuk menghindari peristiwa yang menentang pemerintah yang sah pada tanggal 1 Desember. Mari kita lindungi Papua,” katanya.

Leave a Reply