Sunday , December 16 2018
Home > News > 16 DESA DIRIAU BERLUMPUR TIDAK PERNAH ADA PERBAIKI SEJAK 1982
16 DESA DIRIAU BERLUMPUR TIDAK PERNAH ADA PERBAIKI SEJAK 1982
16 DESA DIRIAU BERLUMPUR TIDAK PERNAH ADA PERBAIKI SEJAK 1982

16 DESA DIRIAU BERLUMPUR TIDAK PERNAH ADA PERBAIKI SEJAK 1982

16 DESA DIRIAU BERLUMPUR TIDAK PERNAH ADA PERBAIKI SEJAK 1982 – Sejak tahun 1982, sebanyak 16 desa dalam dua kecamatan di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau terisolasi akibat jalan utama sepanjang 14 kilometer yang menghubungkan rusak parah. Ambulans tidak bisa memasuki jalan ke desa- desa tersebut untuk menolong warga yang sedang membutuhkan pertolongan.

Yang lebih miris, di desa tersebut tidak ada fasilitas kesehatan seperti puskesmas apalagi rumah sakit. Kondisi jalan semakin hancur jika musim penghujan seperti beberapa hari terakhir ini. “ Saat ini kondisi desa kami sama sekali tidak bisa di lewati. Jika bisa lewat, hanya bisa menggunakan alat berat seperti eskavator bantuan perusahaan,” kata Kepala Desa IV Kota Singkai, Sulaiman.

16 DESA DIRIAU BERLUMPUR TIDAK PERNAH ADA PERBAIKI SEJAK 1982

Desa IV Koto Singkai adalah salah satu dari delapan desa yang terisolir akibat jalan berkontur tanah yang rusak parah hingga menjadi seperti bubur tersebut. Desa itu berada di Kecamatan Kampar Kiri. Selain delapan desa di Kecamatan Kampar Kiri , juga terdapat delapan desa lain nya di Kecamatan Kampar Kiri Hulu yang bergantung pada satu-satunya akses jalan utama tersebut.

Menurut Sulaiman, meski warga desa telah berusaha meminta bantuan kepada pemerintah setempat dan pemerintah Provinsi Riau untuk segera melakukan pengaspalan jalan tersebut. Namun, berbagai termasuk aksi demonstransi yang telah di lakukan berulang kali hingga tak kunjung mendapat tanggapan.

16 DESA DIRIAU BERLUMPUR TIDAK PERNAH ADA PERBAIKI SEJAK 1982

Akibat jalan berkontur tanah mineral yang rusak berat itu sangat sulit. Motor, mobil, tak bisa masuk. Harus menggunakan alat berat atau mobil truk besar meski tak dijamin bisa melintas,“ tuturnya. Sulaiman juga khawatir dengan jaminan kesehatan warga. Dia mengatakan hingga ini tidak ada satu pun fasilitas kesehatan Puskesmas maupun Rumah Sakit di sekitar desa-desa.

Sehingga warga nya harus keluar dari desa jika ada yang sedang sakit. Sementara kondisi jalan yang tidak bisa di lewati menjadi kekhawatiran tersendiri baginya. “ Ambulans sudah masuk, dan susah keluar juga. Kami warga desa juga tidak punya ambulans sendiri. Jadi kami mohon agar pemerintah bisa memperhatikan kami semua di sini. Yang kita butuhkan hanya akses jalan yang baik. Itu saja, tidak lebih,” harapannya.

BACA JUGA : DENGAN BANGUN PAGI BISA MENURUNKAN RESIKO KANKER PAYUDARA

Persoalan jalan rusak di Kampar Kiri dan Kampar Hulu terus mencuat setiap tahun, terutama saat musim penghujan tiba. Sulaiman mengatakan dari tital 26 kilometer jalan utama desa tersebut memang telah di aspal. Namun, sepanjang 14 kilometer lainnya masih dalam kondisi tanah yang saat musim hujan tiba dengan mudah dapat berubah menjadi tanah yang lunak seperti bubur.

Kepala Pusat Pengadilan Operasi Badan Penganggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kampar, Adi Chandra sebelumnya mengatakan bahwa setatus sebagian jalan tersebut yang masuk ke dalam kawasan Margasatwa Rimbang Baling menjadi alasan pemerintah tak bisa melakukan pembangunan jalan.

Untuk itu, Adi berharap Gubernur Riau dapat menjembatani persoalan tersebut sehingga ribuan warga di 16 desa itu bisa keluar dari isolasi selama puluhan tahun itu.

Check Also

KPK MENYEBUTKAN PENCEGAHAN KORUPSI DI MALANG MASIH RENDAH

KPK MENYEBUTKAN PENCEGAHAN KORUPSI DI MALANG MASIH RENDAH

KPK MENYEBUTKAN PENCEGAHAN KORUPSI DI MALANG MASIH RENDAH – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berharap tidak …