Thursday , October 18 2018
Home > News > 2 GELAR YANG AKAN DILAKUKAN OLEH ALUMNI 212
2 GELAR YANG AKAN DILAKUKAN OLEH ALUMNI 212
2 GELAR YANG AKAN DILAKUKAN OLEH ALUMNI 212

2 GELAR YANG AKAN DILAKUKAN OLEH ALUMNI 212

SARANANKRI – 2 gelar yang akan dilakukan oleh alumni 212 yaitu mereka akan meminta Pemimpin Besar FPI yaitu Habib Rizieq Shihab untuk pulang ke Indonesia. Mereka juga menyatakan bahwa jika Habib Rizieq pulang ke Indonesia maka para alumni 212 akan mengadakan aksi penyambutan kepulangan Habib di Bandara Soekarno Hatta.

Aksi tersebut dilakukan setelah pihak kepolisian menetapkan Habib Rizieq Shihab sebagai tersangka atas kasus dugaan pornografi yang ada di website Baladacintarizieq.

“Insyaallah kami akan melakukan dua gerakan besar dalam menyambut Rizieq,” ujar Ansuri Idrus Sambo yang merupajan Ketua Presedium Alumni 212 , di Masjid Baiturrahman , Jalan Saharjo , Jakarta Selatan.

Dua gerakan yang akan dilakukan oleh sambo dan para pengikutnya adalah mengadakan penggabungan para umat dan Tabligh Akbar yang akan dilakukan dalam dua waktu dan tempat yang berbeda. Tabligh akbar pertama akan di lakukan pada Jumat 2 June di Masjid Sunda Kelapa , Jakarta Pusat. Kegiatan tersebut akan dilakukan setelah aksi Longmarch dari Masjid Sunda Kelapa ke Komnas HAM meminta agar penyelesaian rekomendasi pelanggaran HAM yang dilakukan oleh Presiden Jokowi terhadap ulama serta aktivitas Islam di percepat.

BACA JUGA : RESPON KAPOLDA TERHADAP AKSI YANG AKAN DILAKUKAN FPI

Sambo juga menyatakan bahwa Tabligh akbar yang kedua akan di jadwalkan pada Jumat 9 June 2017 di Masjid Istiqlal , Jakarta. Dirinya menyatakan bahwa kedua kegiatan yang direncanakan juga akan membahaskan rencana persiapan dakam kepulangan Rizieq Shihab ke Indonesia.

“Jadi bukan Habib Rizieq yang akan pulang , Tetapi kamilah yang meminta agar dirinya pulang ke Tanah Air (Indonesia),” Tegas Sambo dalam jumpa pers.

Sambo juga menjelaskan bahwa dalam aksi penjemputan Habib Rizieq , pihaknya akan mengumpulkan sebanyak satu juta orang dalam acara penjemputan tersebut. Dirinya juga menjamin bahwa acara penjemputan tersebuy akan dilakukan secara damai.

Dirinya menyatakan bahwa aksi berikutnya adalah melakukan aksi layaknya aksi 212 dengan temak aksi bela ulama dengat meribatkan ribuat massa. Tetapi aksi yang akan dilakukan ini mempunyai perbedaan dengan aksi 212 yang biasanya dilakukan. Aksi 212 yang sudah direncanakan akan di jadwalkan setelah bulan Ramadhan.

“Bukan seperti 212 yang tersentralisasi di Jakarta , tetapi aksi tersebut akan dilakukan di seluruh Daerah untuk menuntut Jokowi agar mundur secara konstitusional,” jelas Sambo.

BACA JUGA : GADIS REMAJA 13 TAHUN MENINGGAL DUNIA KARENA DIPERKOSA

Aksi bela ulama ini merupakan suatu bentuk kekecewaan kepada pemerintahan atas perlakuan yang dilakukan kepada para ulama serta aktivitas Islam. Sambo juga menjelaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk usaha pemberontakkan sebab apa yang dilakukan ini adalah secara damai dan mengikuti aturan yang berlaku. Layaknya aksi pada tahun 1998 untuk menurunkan Soeharto.

Oleh sebab itu , Hari ini mereka para umat Islam menyampaikan surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden Jokowi. Dan inilah 8 poin inti dari surat terbuka yang akan di sampaikan yaitu :

  • Memohon agar Tim Penyelidikan (Investigasi) Komnas HAM untuk segera mengeluarkan sarannya terkait dengan Pelanggaran HAM yang telah dilakukan oleh Pemerintahan Presiden Jokowi atas tindakan kriminalisasi yang dilakukan kepada Ulama.
  • Memasukkan hasil dari saran yang dikeluarkan oleh Komnas HAM ke DPR dan memohon kepada DPR untuk menjadwalkan sidang khusus dalam menurunkan Jokowi dari Jabatan ke Presidenannya.
  • Memasukan saran dari Komnas HAM ke wilayah Internasional , yaitu ke Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan juga Pengadilan Internasional di Jenewa.
  • Mempererat kekuatan Umat Islam di Seluruh Indonesia dalam menggelar Aksi Bela Ulama dan Aksi Mosi Tidak Percaya Kepada Pemerintah serta menuntut untuk Presiden Jokowi mundur dari Jabatannya.
  • Menuntut pihak Polri dan TNI untuk bersikap adil , tidak menjadi petugas pemerinta dan berdiri di belakang rakyat , serta tidak bertindak repsetif kepada anggota aksi yang menjalankan aksi dengan damai.
  • MNenggelar Tabligh Akbar sebagai tempat penggabungan para Umat Islam.
  • Khusus untuk penetapan Habib Rizieq yang sebagai tersangka , Presedium Alumni 212 mengajak masyarakat untuk mengibarkan bendera setengah tiang. Kibarnya bendera setengaj tiang merupakan bentuk dari matinya keadilan yang ada di Indonesia.
  • Kami berseru kepada Bapak Jokowi bahwa masih ada kesempatan untuk bapak dalam mengakhiri perdebatan ini dengan mendatangkan SP3 untuk semua kasus yang menjerat ulama serta akticitas yang dikriminalisasi dan Jokowi juga harus mencabut pernyataan pembubaran HTI.

Check Also

INI PERMINTAAN PEMPROV DKI TERKAIT ANGGARAN DANA APBD TAHUN 2019

INI PERMINTAAN PEMPROV DKI TERKAIT ANGGARAN DANA APBD TAHUN 2019

SARANANKRI – INI PERMINTAAN PEMPROV DKI TERKAIT ANGGARAN DANA APBD TAHUN 2019. Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta …