Tuesday , June 19 2018
Home > Inspirasi > TAK PERNAH TERSESAT,BURUNG PUNYA KOMPAS DIMATA

TAK PERNAH TERSESAT,BURUNG PUNYA KOMPAS DIMATA

TAK PERNAH TERSESAT,BURUNG PUNYA KOMPAS DIMATA

Saat melihat burung terbang,mungkin kita pernah bertanya-tanya mengapa burung bisa menempuh jarak puluhan kilometer dan kembali lagi ke sarangnya dengan selamat.

Pengetahuan burung untuk menavigasi lokasi ternyata telah diselidiki beberapa ilmuwan selama beberapa dekade terakhir.

Setelah sekian lama,akhirnya para ilmuwan mengetahui kemampuan navigasi burung muncul berkat protein khusus dimata nya yang sangat sensitif terhadap cahaya biru dan membantu burung mendeteksi medan magnet bumi.

Medan magnet bumi digunakan burung layaknyapeta untuk menentukan arah yang harus mereka tuju.
Studi pertama yang terbit di current biology,senin (22/1/2018) mempelajari burung robin eropa,dan temuan kedua yang terbit di journal of the royal socinty interface,rabu (28/1/2018) mempelajari burung pipit zebra.

Kedua temuan itu menyebutkan menyebutkan protein peka cahaya yang ditemukan diretina itu bernama cry4 (crytochromes ) .protein ini diketahui terlibat dalam ritme sirkadian atau siklus tidur biologis dan juga breaksi terhadap medan magnet bumi.

“Interaksi kuantum protein dpat membantu burung merasakan mean magnet,”kata Atticus Pinzon-Rodriguez,ahli biologi dari universitas Lund,swedia,yang terlibat dalam pengamatan burung kutilang zebra.

Dalam penelitian terhadap 39 burung pipit zebra,ilmuwan menemukan protein Cry4 terus diproduksi.asumsi kami,burung selalu menggunakan kompas nya baik di siang hari atau malam,kata rekan peneliti burung kutilang zebra,lund muheim yang juga ahli biologi.

Produksi protein Cry4 secara konstan juga ditemukan pada burung robin eropa.bahkan peneliti menemukan bahwa produksi protein semakin meningkat saat musim migrasi.
Peneliti berkata Cry4 pada retina robin eropa dapat menerima banyak cahaya yang dapat berfungsi sebagai kompas.

Ini mendukung gagasan bahwa kemampuan melihat medan magnet adalah kemampuan visual yagn tergantung pada cahaya.
Ilmuwan yang terlibat dalam penelitian burung robin kini penasaran untuk mengamati apakah burung-burung yang tidak memiliki protein Cry4 pada retinanya juga memiliki kompas internal.

Selain itu,temuan yang berkaitan dengan protein Cry4 masih sangat dibutuhkan untuk mempelajari kemampuan burung untuk menavigasi.

Check Also

NOVEL BASWEDAN:KALAU SUDAH BISA BACA SAYA KEMBALI BEKERJA

NOVEL BASWEDAN:KALAU SUDAH BISA BACA SAYA KEMBALI BEKERJA Penyidik senior Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) Novel …