Uncategorized

ACT Menyalurkan Bantuan Pangan kepada 2.500 warga Palestina di Gaza

ACT Menyalurkan Bantuan Pangan kepada 2.500 warga Palestina di GazaACT Menyalurkan Bantuan Pangan kepada 2.500 warga Palestina di Gaza

Kepala Cabang ACT-Sulawesi Selatan Faisal Agunisman mengkonfirmasi di Makassar pada hari Rabu bahwa ACT (Quick Response Action) Indonesia, di bawah fase pertamanya, telah memberikan bantuan pangan kepada 2.500 warga Palestina di Gaza melalui dana yang diterima dari orang Indonesia di seluruh negeri.

“Fase pertama bantuan makanan yang dikirim ke Palestina diperoleh melalui dana yang ditawarkan oleh orang Indonesia dari berbagai bagian negara,” ungkapnya.

Bantuan makanan diberikan kepada warga Gaza karena kampanye ekstensif oleh relawan ACT, organisasi kemanusiaan Indonesia, untuk mengumpulkan dana selama bulan suci Ramadhan ini, jelasnya.

Setelah bertambahnya dana publik, bantuan pangan tahap kedua akan dikirimkan. “Kami menerima aliran dana sumbangan yang tetap. Pengiriman kedua akan ditandai setelah jumlahnya mencukupi,” kata Agunisman.

Sementara itu, Andi Noor Faradiba, relawan Global Humanity Response-ACT, menyatakan bahwa relawan ACT telah bekerja tanpa lelah untuk memastikan bahwa persediaan makanan dipertahankan untuk mereka yang kurang beruntung di Jalur Gaza selama Ramadhan.

BACA JUGA : Masih Tidak Ada Keadilan bagi Korban, Korban dari Tragedi Mei 1998

Karenanya, para relawan terus membagikan paket dan makanan siap saji dari Pusat Kemanusiaan Indonesia kepada orang-orang yang membutuhkan di acara sahur dan waktu buka puasa, ungkapnya.

“Program ini diharapkan dapat menurunkan beban orang-orang Gaza yang kurang beruntung yang hidup di bawah blokade dan pendudukan Israel yang sedang berlangsung,” katanya.

Sejak era Soekarno, Indonesia selalu berada di barisan depan untuk membantu Palestina dalam perjuangan mereka yang belum selesai dan belum goyah dari posisi politiknya dalam masalah Palestina.

Pada tahun 1962, bapak pendiri Indonesia ini telah membuat pernyataan yang sejak saat itu berfungsi sebagai pedoman dalam kebijakan luar negeri Indonesia tentang masalah-masalah Palestina.

“Selama kebebasan Palestina belum dikembalikan kepada Palestina, maka selamanya Indonesia akan berdiri menentang pemerintah Israel,” kata Presiden Soekarno.

Leave a Reply