Monday , August 20 2018
Home > Politik > (AD) BENGKALIS JADI TERSANGKA POLITIK UANG DALAM KAMPANYE GUBERNUR RIAU
(AD) BENGKALIS JADI TERSANGKA POLITIK UANG DALAM KAMPANYE GUBERNUR RIAU
(AD) BENGKALIS JADI TERSANGKA POLITIK UANG DALAM KAMPANYE GUBERNUR RIAU

(AD) BENGKALIS JADI TERSANGKA POLITIK UANG DALAM KAMPANYE GUBERNUR RIAU

(AD) BENGKALIS JADI TERSANGKA POLITIK UANG DALAM KAMPANYE GUBERNUR RIAU

Anggota Dewan Legislatif Bengkalis Nur Azmi Hasyim dan stafnya, Adi Purnawan, telah ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi karena diduga menyebarkan hadiah yang melanggar hukum selama periode kampanye.

Kepala Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Riau, Rusidi Rusdan, mengatakan kedua tersangka diduga telah mendistribusikan amplop berisi uang dengan tujuan mempengaruhi warga untuk memilih pasangan calon tertentu dalam pemilihan gubernur Riau mendatang.

“Mereka disebut tersangka setelah Pusat Penegakan Hukum Terpadu Bawaslu [Sentra Gakkumdu] menemukan bukti pelanggaran,” kata Rusidi pada hari Senin.

Bawaslu mulai mendeteksi dugaan politik uang ketika komite pemantauan lapangan mengamati kegiatan Azmi selama masa istirahat di lapangan futsal di desa Parit Kebumen di kabupaten Rupat pada 13 April.

Anggota dewan dari Partai Demokrat, dibantu oleh stafnya, dilaporkan membagikan kaos biru bertuliskan gambar pasangan calon gubernur Riau Firdaus dan Rusli Effendi kepada orang-orang yang menghadiri acara tersebut.

Pesan “Firdaus-Rusli Jadikan” (Dapatkan Firdaus – Rusli terpilih), juga ditulis di T-shirt. Firdaus, yang saat ini menjabat sebagai walikota Pekanbaru, dan Rusli telah dinominasikan oleh Partai Demokrat dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) untuk mencalonkan diri dalam pemilihan.

“Di dalam setiap T-shirt, ada amplop putih berisi uang tunai Rp50.000 [US $ 3.52]. Temuan itu kemudian dilaporkan ke Panitia Pengawas Pemilu Bengkalis [Panwaslu] dan Bawaslu Riau. Setelah melakukan penyelidikan, pihak berwenang menemukan bukti adanya dugaan pelanggaran pidana dan menyerahkan kasus ini ke Sentra Gakkumdu, ”kata Rusidi.

Setelah mengumpulkan bukti dan mengajukan pertanyaan kepada saksi selama 14 hari, para penyidik ​​polisi menamakan Azmi dan Adi sebagai tersangka politik uang.

Mereka dituduh melanggar UU No.10 / 2016 tentang pemilihan gubernur, bupati, dan walikota. “Jika terbukti bersalah mereka menghadapi hukuman maksimal 72 bulan penjara dan denda Rp 1 miliar,” kata Rusidi.

Check Also

BAKU TEMBAK POLISI BERHASIL BUNUH 5 PENGEDAR NARKOBA PHILIPINA

BAKU TEMBAK POLISI BERHASIL BUNUH 5 PENGEDAR NARKOBA PHILIPINA

BAKU TEMBAK POLISI BERHASIL BUNUH 5 PENGEDAR NARKOBA PHILIPINA Lima tersangka narkotika telah tewas di …