Sunday , July 22 2018
Home > Politik > ADA ARTI DI BALIK PUJIAN SBY UNTUK MEGAWATI MENJELANG PILPRES 2019
ADA ARTI DI BALIK PUJIAN SBY UNTUK MEGAWATI MENJELANG PILPRES 2019
ADA ARTI DI BALIK PUJIAN SBY UNTUK MEGAWATI MENJELANG PILPRES 2019

ADA ARTI DI BALIK PUJIAN SBY UNTUK MEGAWATI MENJELANG PILPRES 2019

SARANANKRI Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono sempat memberikan pujiannya untuk Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri ketika menghadiri perayaan Seminar Nasional Hari Perempuan Internasional di Kompleks Parlemen, Senaya, Jakarta, pada hari Senin 19 Maret 2018 kemarin. SBY sempat mengatakan jika Megawati adalah sosok wanita Indonesia yang sukses, banyak pihak yang mempertanyakan apakah ada arti di balik pujian SBY untuk Megawati menjelang Pilpres 2019.

BACA JUGA : TURUNKAN BERAT BADAN DENGAN BUAH PISANG ALA NEGERI SAKURA

Jika dilihat dari masalah politik pujian yang diberikan oleh SBY pasti bukan hal yang biasa saja, ada arti di balik pujian SBY untuk Megawati menjelang Pilpres 2019 yang akan datang. Sebelumnya sudah banyak pihak bahkan masyarakat di Indonesia mengetahui jika hubungan kedua nya tidak baik pasca SBY mundur dari jabatannya menteri di Kabinet Megawati dan maju ke Pilpres 2004 yang melawan Megawati. Dan semenjak kejadian tersebutlah hubungan keduanya menjadi lebih dingin.

Ketika acara Rapimnas ( Rapat Pimpinan Nasional ) Partai Demokrat yang diselenggarakan di kawasan Sentul Internasional Convention Centre, Jawa Barat, Sabtu 10 Maret 2018, SBY juga memberikan pujiannya untuk Presiden Jokowi yang notabene adalah merupakan kader PDIP. SBY mengatakan jika kepemimpinan Jokowi harus terus dilanjutkan, SBY bahkan menegaskan jika pihaknya siap untuk berkoalisi dengan Jokowi di Pilpres 2019.

Ada arti di balik pujian SBY untuk Megawati menjelang Pilpres 2019 pun mendapatkan tanggapan dari seorang pengamat politik FISIP Universitas Padjadjaran Muradi menganggap jika SBY saat ini sedang melakukan manuver politik dengan memberikan pujiannya untuk Presiden Jokowi dan Megawati. Muradi menilai jika SBY bersama dengan Demokrat sedang membutuhkan pijakan yang kuat di Pilpres 2019.

Karena jika sampai Demokrat memberikan dukungannya untuk Prabowo atau setuju untuk membentuk poros ketiga tidak akan bisa mendapatkan apa-apa. Sedangkan jika bergabung menjadi satu dengan barisan Jokowi, partai Demokrat akan mempersiapkan AHY untuk maju di Pilpres 2024. ” Jika bersatu dengan Pemerintahan akan ada dua peluang yaitu logistik dan pelatihan politik untuk sang putra yang nanti nya akan di majukan ke Pilpres 2024,” katanya.

Muradi menilai ada arti di balik pujian SBY untuk Megawati menjelang Pilpres 2019, dan pujian untuk Presiden Jokowi ada bayaran nanti nya, karena di dunia politik tidak ada yang nama gratis. Dan apa yang dilakukan oleh SBY merupakan usaha untuk menarik perhatian Megawati agar bisa mendapatkan persetujuan jika Demokrat masuk memberikan dukungan untuk Presiden Jokowi dan AHY yang akan mejadi Cawapres nya.

BACA JUGA : RUU MASYARAKAT ADAT MENDAPATKAN PERSETUJUAN PRESIDEN JOKOWI

Selain itu Muradi juga menghitung secara perhitungan politik, Jokowi sudah memiliki dukungan yang cukup dengan lima parpol. Menurutnya Presiden Jokowi sudah tidak perlu lagi menambahkan lagi parpol pendukung karena nanti nya justru akan menambahkan beban politik ketika sedang menjabat di periode ke dua.

” Hal yang harus di perhatikan adalah Demokrat masuk memberikan dukungan nya untuk Jokowi harus ada dampak elektoralnya. Garansi Demokrat ke Jokowi harus bisa efek elektoral. Jika tidak ada jadi untuk apa, jadi jika memang tidak ada dampak elektoralnya untuk Jokowi tidak perli diambil, karena semakin banyak berkoalisi maka akan semakin tidak akan bagus,” tutupnya.

Check Also

KPK : WALIKOTA BLITAR TERIMA DANA SUAP SEBESAR Rp 1,5 M

KPK : WALIKOTA BLITAR TERIMA DANA SUAP SEBESAR Rp 1,5 M

SARANANKRI Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencurigai Wali Kota Blitar Muhammad Samanhudi Anwar menerima Rp1,5 miliar …