Wednesday , September 19 2018
Home > News > Agus Yudhoyono mempertimbangkan untuk ikut dengan Jusuf Kalla pada pemilihan 2019
Agus Yudhoyono mempertimbangkan untuk ikut dengan Jusuf Kalla pada pemilihan 2019
Agus Yudhoyono mempertimbangkan untuk ikut dengan Jusuf Kalla pada pemilihan 2019

Agus Yudhoyono mempertimbangkan untuk ikut dengan Jusuf Kalla pada pemilihan 2019

Agus Yudhoyono mempertimbangkan untuk ikut dengan Jusuf Kalla pada pemilihan 2019 – Eksekutif Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono sedang mempertimbangkan untuk bertarung dalam pemilihan presiden tahun depan bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla. Agus, putra dari pelindung partai itu Susilo Bambang Yudhoyono, mengatakan bahwa dia sedang menjajaki kemungkinan untuk ikut dalam pemilihan sebagai wakil presiden Kalla seandainya calon tiket Kalla-AHY berhasil mendapatkan dukungan yang cukup.

Ini [opsi Kalla-AHY] pasti di bawah pertimbangan kami, kata Agus di kantornya di Jakarta Selatan pada hari Rabu. Agus mengatakan, bagaimanapun, bahwa Partai Demokrat akan tetap terbuka untuk kemungkinan lain, dan akan terus mempelajari kandidat potensial lainnya.

Agus mengatakan bahwa di antara persyaratan yang ia cari dari calon mitra dalam pemilihan adalah kemampuan untuk membantu membentuk koalisi partai yang akan menguasai 20 persen kursi di DPR atau 25 persen suara rakyat, ambang batas presiden diwajibkan oleh UU Pemilu 2017.

Kita harus membuat perhitungan yang cermat. Betapapun antusiasnya kita, kita harus ingat ada ambang presidensial yang harus kita penuhi [untuk mencalonkan pasangan calon presiden], kata Agus. Dia menambahkan bahwa Partai Demokrat akan dengan hati-hati mencari mitra yang dapat membentuk koalisi dengan yang akan memenuhi persyaratan ambang presiden.

BACA JUGA : Partai Demokrat Melakukan Inisiatif untuk Membentuk Koalisi Rakyat Dengan Gerindra

Agus Yudhoyono mempertimbangkan untuk ikut dengan Jusuf Kalla pada pemilihan 2019 – Langkah Partai Demokrat untuk mempertimbangkan tiket Kalla-AHY muncul setelah pengumuman terbaru partai tentang aspirasi untuk mendirikan Koalisi Kerakyatan” (Koalisi Populis) sebagai alternatif dari koalisi yang berkuasa yang diatur untuk mendukung Presiden Joko “Jokowi” tawaran Janda untuk istilah kedua.

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengatakan bahwa kritiknya terhadap pemerintah yang dipimpin oleh Presiden Joko `Jokowi` Widodo didasarkan pada masukan yang ia terima dari masyarakat. Itulah mengapa pada bulan Juni, saya menyampaikan orasi politik berjudul ‘Dengar Suara Rakyat, Jangan Mendengarkan Suara Demokrat’, kata AHY di Kantor Pusat AHY Foundation pada hari Rabu, 13 Juni.

Sebelumnya pada 9 Juni, AHY mengkritik pemerintahan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden JK (Jusuf Kalla). Pidatonya ditanggapi oleh Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Hasto Kristiyanto, yang membela bahwa kritik AHY tidak objektif.

Hasto berpendapat bahwa kritik AHY adalah perubahan sikap Partai Demokrat dalam koalisi partai pemilihan presiden 2019. Dia mengklaim bahwa sebelum pidato, ada tanda-tanda yang menunjukkan bahwa Demokrat akan bergabung dengan koalisi partai petahana.

Agus Harimurti Yudhoyono berpendapat bahwa Partai Demokrat selalu konsisten menyuarakan kritik terhadap pemerintahan saat ini karena ia yakin bahwa partainya memiliki peran dan tanggung jawab untuk menjadi bagian dari solusi. Ini berarti kita rasional dan realistis, kita tidak bisa mengatakan bahwa semuanya sudah bagus, itu bohong, kata Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Check Also

PKS Akan Melakukan Pertemuan Dengan Demokrat dan PAN Secara Bersamaan

PKS Akan Melakukan Pertemuan Dengan Demokrat dan PAN Secara Bersamaan

PKS Akan Melakukan Pertemuan Dengan Demokrat dan PAN Secara Bersamaan – Menjelang pendaftaran calon presiden …