NewsPolitik

Aher Kembali Mangkir Untuk Kedua Kalinya Dari Panggilan KPK

Aher Kembali Mangkir Untuk Kedua Kalinya Dari Panggilan KPKAher Kembali Mangkir Untuk Kedua Kalinya Dari Panggilan KPK

Aher Kembali Mangkir Untuk Kedua Kalinya Dari Panggilan KPK – Mantan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan kembali tidak memenuhi panggilan dari KPK (Komisi Pemberantas Korupsi). Pria yang kerap disapa dengan Aher ini menjelaskan ketidak hadirannya karena dirinya tidak mendapatkan surat resmi dari lembaga antirasuah tersebut. Sebelumnya KPK telah meminta keterangan dari Aher terkait dengan kasus dugaan suap mega proyek Merkarta pada senin (7/1/2019). Namun jadwal tersebut harus dibatalkan karena Ahmad Heryawan tidak hadir.

Sebelumnya Aher juga pernah dipanggil pada Desember 2018. Namun pada saat itu surat yang ditujukan KPK dinilai salah alamat karena ditujukan untuk orang lain bukan kepada dirinya. Ahmad Heryawan mengaku pada saat ini sedang berada di Cirebon menemani istrinya, Netty Prasetyani mensosialisasikan sebagai Calon Anggota DPR RI. Dirinya mengaku tidak tahu akan jadwal permintaan keterangan KPK hari ini. Informasi itu didapatkan pertama kali melalui pemberitaan di berbagai media daring.

Baca juga ; Nurhayati Sempat Ribut Dengan Petugas Parkir Green Pramuka Sebelum Tewas

“Bagaimana mau datang ke KPK, ga ada surat panggilannya kan. Itu persoalannya. Sampai hari ini belum menerima surat panggilan dari KPK,” katanya saat dihubungi, Senin (7/1) malam.

Aher Kembali Mangkir Untuk Kedua Kalinya Dari Panggilan KPK – “Waktu (pemanggilan) yang pertama (diakhir Desember 2018) tidak datang karena salah alamat. Sejak saat itu saya belum menerima surat apapun,” lanjutnya. Dengan tidak adanya surat pemanggilan resmi, maka dirinya menilai tidak ada alasan untuk dirinya datang ke KPK. Meskipun demikian, dirinya berkomitmen untuk datang menjelaskan dan memberikan keterangan yang dibutuhkan  oleh KPK selama prosedurnya sesuai dengan aturan.

“Saya dari awal siap menjelaskan. Tapi kalau datang ke KPK kemudian tidak ada surat panggilannya saya ga tau menghadap siapa di lantai berapa, jam berapa, urusannya apa. Kan ga jelas kalau begitu,” terangnya.

“Saya menjadi heran kenapa saya dianggap dan dikatakan tidak datang. Kan saya bingung. Ya sudah saya sabar saja,” jelas dia. Diberitakan sebelumnya, KPK berencana untuk memanggil ulang Ahmad Heryawan yang dianggap tidak memenuhi panggilan. Meskipun demikian, jadwal sendiri masih belum ditentukan. “Iya, rencana akan dipanggil kembali untuk kebutuhan pemeriksaan,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Senin (7/1).

Aher Kembali Mangkir Untuk Kedua Kalinya Dari Panggilan KPK – Seperti yang diketahui, dalam kasus dugaan suap izin Merkarta, KPK telah menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait dengan izin proyek pembanginan Meikarta di Kabupaten Bekasi. Selain Bupati Neneng, KPK juga telah menjerat delapan orang lainnya atas kasus tersebut.

Mereka adalah Kepala Dinas PUPR Pemkab Bekasi, Jamaludi; Kepala Dinas Damkar Pemkab Bekasi, Sahat MBJ Nahar; Kepala Dinas DPMPTSP Kabupaten Bekasi, Dewi Tisnawati; dan Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Kabupaten Bekasi, Neneng Rahmi. Kemudian, pihak swasta bernama Billy Sindoro yang merupakan Direktur Operasional Lippo Group, Taryudi dan Fitra Djajaja Purnama selaku konsultan Lippo Group, serta Henry Jasmen pegawai Lippo Group.

Bupati Neneng dan kawan kawannya diduga telah menerima hadiah atau janji sebesar Rp 13 miliar terkait dengan proyek tersebut. Diduga realisasi pemberian sampai saat ini adalah sekitar Rp 7 miliar melalui beberapa Kepala Dinas. Keterkaitan sejumlah dinas lantaran proyek tersebut cukup kompleks, yakni memiliki rencana membangun apartemen, pusat perbelanjaan, rumah sakit, hingga tempat pendidikan. Sehingga dibutuhkan banyak perizinan.

Leave a Reply