Friday , September 21 2018
Home > Mancanegara > AS AKAN EVAKUASI KELOMPOK WHITE HELMETS DARI SURIAH
EVAKUASI KELOMPOK WHITE HELMETS DARI SURIAH
EVAKUASI KELOMPOK WHITE HELMETS DARI SURIAH

AS AKAN EVAKUASI KELOMPOK WHITE HELMETS DARI SURIAH

AS AKAN EVAKUASI KELOMPOK WHITE HELMETS DARI SURIAH

Pejabat Amerika Serikat mengatakan bahwa mereka sedang merampungkan rencana untuk mengevakuasi ratusan anggota White Helmets dan keluarga mereka dari wilayah Provinsi Quneitra,Suriah,setelah pasukan pemerintah menguasai kembali wilayah itu.White Helmets adalah kelompok yang di tuding bagian dari pemberontak dengan kedok petugas kemanusiaan.

Dua pejabat Amerika Serikat yang mengetahui soal rencana itu dua hari lalu mengatakan anggota White Helmets akan di pindahkan ke sejumlah negara tetangga. Dari sana mereka akan di kirimkan ke negara ketiga,termasuk Inggris,Jerman,Belanda,dan kemungkinan Kanada.
Dua pejabat AS itu tidak mau identitasnya di ketahui.

White Helmets selama ini di danai oleh Amerika Serikat,Inggris,dan sejumlah negara Barat,termasuk Qatar dan Turki.

Pejabat AS tadi mengatakan mereka akan mengevakuasi semua anggota White Helmets karena khawatir mereka akan menjadi target dari pasukan Suriah.

Rencana evakuasi ini sudah di bahas sejak beberapa waktu lalu dan kian di percepat setelah pertemuan tingkat tinggi NATO di Brussels,Belgia.

“Sekarang saat-saat yang sangat kritis,”kata seorang anggota WH di Quneitra, seperti di lansir kantor berita AP, Jumat (20/07/2018).”Ini saat yang paling terburuk dalam hidup saya.Semoga mereka segera menyelamatkan kami sebelum terlambat.”

Pemberontak Suriah yang menguasai Provinsi Quneitra,dekat perbatasan Dataran Tinggi Golan yang dikuasai Israel,kini tengah bersiap-siap untuk meninggalkan wilayah itu sebagai bentuk kesepakatan dengan pemerintah Suriah. Kesepakatan ini di perantarai oleh Rusia.

Lembaga Pemantau Hak Asasi Suriah (SOHR) mengatakan,pemberontak yang sebelumnya menguasai sebagian besar Quneitra selama beberapa tahun akhirnya menyerahkan wilayah itu kepada militer Suriah sebagai bentuk kesepakatan.

“Kesepakatan ini mencakup gencatan senjata,penyerahan senjata berat dan sedang,dan mengembalikan institusi pemerintahan di wilayah itu,”kata Kepala SOHR Rami Abdul Rahman,seperti dilansir laman Al Araby,Jumat (20/07/2018).

Dengan perjanjian ini maka militer Suriah akan kembali menguasai wilayah Quneitra seperti sebelum konflik meletus pada tahun 2011 lalu.

Media pemerintah Suriah,SANA,mengatakan bahwa para pemberontak dan keluarga mereka di Quneitra bisa meninggalkan wilayah itu menuju Idlib atau menyerah pada kekuasaan pemerintah.

Check Also

Ririn Gadis korban pembunuhan di Karawang dikenal santun dan pendiam

RIRIN GADIS KORBAN PEMBUNUHAN DI KARAWANG DIKENAL SANTUN DAN PENDIAM

RIRIN GADIS KORBAN PEMBUNUHAN DI KARAWANG DIKENAL SANTUN DAN PENDIAM Selain keluarga duka mendalam dan …