Monday , December 17 2018
Home > Ekonomi > AKHIRNYA PADA TAHUN 2019 PT MERPATI AIRLINES AKAN BEROPERASI KEMBALI
AKHIRNYA PADA TAHUN 2019 PT MERPATI AIRLINES AKAN BEROPERASI KEMBALI
AKHIRNYA PADA TAHUN 2019 PT MERPATI AIRLINES AKAN BEROPERASI KEMBALI

AKHIRNYA PADA TAHUN 2019 PT MERPATI AIRLINES AKAN BEROPERASI KEMBALI

AKHIRNYA PADA TAHUN 2019 PT MERPATI AIRLINES AKAN BEROPERASI KEMBALI – PT Merpati Nusantara Airline Yang merupakan salah satu maskapai penerbangan nasional yang berada dibawah naungan kementerian BUMN. Meski menjadi salah satu perusahaan pelat merah, Merpati Airlines tidak bisa bersaing dengan maskapai lainnya sehingga harus berhenti beroperasi sejak tahun 2014 lalu.

Merpati tecatat menghentikan operasi seluruh rute penerbangannya sejak hari kamis [30/01/2014] Langkah itu diambil lantaran maskapai itu tidak mampu membeli bahan bakar secara tunai kepada PT Pertamina [Persero] Meski sudah menghentikan penerbangannya selama dua hari, Merpati belum

Resmi ditutup saat itu. Sudiryarto hingga belum mendapat keterangan resmi dari pihak Direksi ” Berita resmi belum dengar, yang dapat dari teman teman operasi tidak ada penerbangan belum ada pernyataan resmi ” ucap nya tersebut kepada Team Interqq.info

Pada tanggal 18 September 2014 Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan bahwa pemulihan maskapai ini membutuhkan biaya Rp 15 triliun untuk menutup pembayaran gaji, Berbagai kerugian yang diderita perusahaan dan utang pada sekitar 2.000 pihak tersebut

Dahlan Iskan kala iitu mengatakan bahwa rencana untuk menghidupkan kembali maskapai ini sudah menemui jalan buntu karena restrukturisasi aset dan rencana penjualan tidak menguntungkan lagi. Rencana penjualan fasilitas pemeliharaan Merpati dinilai berkisaran pada Rp 300 juta saja

BACA JUGA : BERIKUT 5 PEKERJAAN MENGHASILKAN GAJI BESAR TANPA HARUS BERADA DI KANTORAN

Namun dengan demikian Merpati Airlines berencana kembali mengudara pada 2019 mendatang. Maskapai ini mendapat suntikan modal triliunan Rupiah berikut fakta di balik kembali mengudaranya Merpati Airlines.

1. Dapat Suntikan Modal Rp 6,4 Triliun

PT Merpati Nusantara Airlines akan benar benar siap kembali mengudara pada tahun 2019. Ini mengingat maskapai yang telah sekian lama mati suri tersebut telah mendapatkan investor. Intra Asia Corpora menjadi salah satu investor yang menyatakan siap dengan suntikan dananya itu

Intra Asia Corpora adalah investor dalam negeri ini terafiliasi dengan Asuransi Intra Asia dan PT Cipendawa yang sempat terdaftar di Bursa dengan kode Emiten CPDX. Presiden Direktur Merpati Nusantara Airlines, Asep Ekanugraha. Menyatakan investor tersebut siap menyuntikan dana

AKHIRNYA PADA TAHUN 2019 PT MERPATI AIRLINES AKAN BEROPERASI KEMBALI

Hingga Rp 6,4 Triliun demi melihat Merpati Airlines kembali mengudara. Kucuran dana untuk mengoperasikan Merpati disebutkan tidak sepenuhnya berupa dana segar seutuhnya. Selain itu tidak akan turun sekaligus. Namun akan turun bertahap sesuai kebutuhan operasional dalam jangka waktu dua tahun.

2. Tidak Mau Jadi Maskapai LCC

PT Merpati Nusantara Airlines siap mengudara kembali pada tahun 2019. Hanya saja ini sangat tergantung dari proses sidang penundaan kewajiban pembayaran utang [PKPU] yang telah dijadwalkan. Direktur Utama Merpati Airlines, Asep Ekanugraha mengatakan pihaknya telah

Memiliki rencana bisnis yang telah diajukan ke pengadilan dan untuk disampaikan ke kurator. Jika disetujui Maskapai merpati siap mengudara kembali pada 2019. Dalam rencana bisnisnya, Asep menegaskan dirinya tidak akan masuk di pasar yang saat ini sudah banyak maskapai

Menjalankannya. Asep mengatakan Merpati Nusantara Airlines lebih memilih menyasar penerbangan diwilayah Indonesia Timur, Pihaknya juga akan melakukan penerbangan ke wilayah Indonesia barat yang dinilai sangat protensial juga memungkinkan ke luar negeri.

3. Bidik 10 Destinasi Wisata

Direktur Merpati Nusantara Airlines, Asep Ekanugraha menyebutkan kalau pasar penerbangan di Indonesia masih sangat terbuka. Selain adanya destinasi wisata baru, pembangunan infrastruktur bandara menunjukkan kebutuhan penerbangan meningkat.

Untuk itu Asep mentargetkan merebut pasar di 10 destinasi wisata baru. Destinasi tersebut yakni Danau Toba, Belitung, Tanjung Lesung, Kepulauan Seribu, Candi Borobudur, Gunung Bromo, Mandalika Lombok, Pulau Komodo, Taman Nasional Wakatobi, Dan Morotai

Asep menilai potensi pasar penerbangan Indonesia tidak cukup dilayani Garuda yang main dikelas atas dan beberapa maskapai swasta lainnya. Kehadiran Merpati nantinya akan bisa mengisi slot rute penerbangan ini sehingga tidak hanya didominasi maskapai Swasta.

AKHIRNYA PADA TAHUN 2019 PT MERPATI AIRLINES AKAN BEROPERASI KEMBALI

4. Pakai Pesawat Buatan Rusia

Direktur Merpati Nusantara Airlines, Asep Ekanugraha mengatakan jika operasi nanti Merpati tidak akan menggunakan pesawat buatan Boeing dan Airbus. Saat ini pun Struktur organisasi baru PT Merpati Nusantara Airlines juga sudah selesai disusun dan pihak investor swasta

BACA JUGA : BERIKUT 6 TIPS UNTUK PENDERITA ALERGI MAKANAN SAAT MELAKUKAN TRAVELING

Menyatakan tidak minta jatah untuk duduk di sebuah struktur organisasi. para investor hanya mau agar dana yang sudah ditanam bisa digunakan sebaik baiknya sehingga perusahaan bisa meraup laba seperti yang sudah diharapkan tersebut ” ucap Asep

5. Tidak Lagi Jadi BUMN

PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) akhirnya menemukan investor yang siap mengucurkan modal untuk kembali terbang. Investor tersebut yaitu Intra Asia Corpora.

Investor dalam negeri ini terafiliasi dengan Asuransi Intra Asia dan PT Cipendawa Tbk yang sempat terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode emiten CPDX dan siap mengucurkan modal Rp 6,4 triliun untuk Merpati Airlines.

Dengan total kewajiban utang Merpati yang mencapai Rp 10 triliun, dan masuknya Intra Asia Corpora, akankah Merpati tak lagi jadi BUMN? Presiden Direktur Merpati Nusantara Airlines, Asep Ekanugraha, belum bisa menjelaskan secara detail karena hal tersebut berkaitan dengan perjanjian kedua perusahaan.

Asep menambahkan kucuran dana untuk mengoperasikan Merpati Airlines disebutkan tidak sepenuhnya berupa dana segar seutuhnya. Selain itu juga tidak akan turun sekaligus. Namun akan turun bertahap sesuai kebutuhan Operasional dalam jangka dua tahun. Dengan adanya dana

Tersebut, Merpati Airlines setidaknya bisa kembali memiliki pesawat dan mulai mengurus izin rute terbang dan investasi operasional lainnya. Namun demikian Asep menambahkan keputusan terbang kembali itu akan sangat tergantung dari proses sidang penundaan kewajiban pembayaran utang [PKPU]

AKHIRNYA PADA TAHUN 2019 PT MERPATI AIRLINES AKAN BEROPERASI KEMBALI

Check Also

MENEPIS UCAPAN DJAROT YANG MENGATAKAN KINERJA PRESIDEN KE 6 TIDAK ADA APA APANYA

MENEPIS UCAPAN DJAROT YANG MENGATAKAN KINERJA PRESIDEN KE 6 TIDAK ADA APA APANYA

MENEPIS UCAPAN DJAROT YANG MENGATAKAN KINERJA PRESIDEN KE 6 TIDAK ADA APA APANYA – Ketua …