News

ANAK-ANAK HARUS DILINDUNGI DENGAN BAIK

ANAK-ANAK HARUS DILINDUNGI DENGAN BAIK

SARANANKRI – ANAK-ANAK HARUS DILINDUNGI DENGAN BAIK Indonesia telah menekankan perlunya memberikan perlindungan terbaik untuk anak-anak, sebuah isu yang sangat penting di Indonesia, di mana 34 persen dari populasi, atau 87 juta orang, adalah anak-anak.

ANAK-ANAK HARUS DILINDUNGI DENGAN BAIK Sebenarnya, pada tahun 2045, anak-anak akan menjadi mayoritas di antara angkatan kerja produktif di negara ini.

ANAK-ANAK HARUS DILINDUNGI DENGAN BAIK Untuk memberikan perlindungan semacam itu, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia Puan Maharani mengatakan hal ini: “Indonesia dengan senang hati menerima peran patroli dalam upaya global untuk melindungi anak-anak dari kekerasan dan eksploitasi.”

ANAK-ANAK HARUS DILINDUNGI DENGAN BAIK Menteri Puan menyampaikan hal tersebut pada KTT ke-72 PBB, pada 21 September 2017, dalam sebuah forum yang bertemakan “Peta Jalan untuk Masyarakat Adil, Adil dan Inklusif.” Di forum tersebut, Indonesia mempresentasikan materi tentang upaya dan pencapaian negara tersebut dalam perlindungan anak .

ANAK-ANAK HARUS DILINDUNGI DENGAN BAIK Dalam sambutannya, Puan menyebutkan dua poin kemajuan yang telah dilakukan pemerintah Indonesia dalam perlindungan anak. Yang pertama adalah peluncuran Strategi Nasional Pemberantasan Tindak Kekerasan terhadap Anak di tahun 2016. Salah satu fokus dari strategi ini adalah untuk mengubah norma sosial dan praktik budaya yang permisif, membenarkan atau acuh tak acuh terhadap kekerasan; maka untuk memberi perawatan bagi anak-anak yang menjamin keselamatan dan kasih sayang para perawat; dan untuk meningkatkan kualitas data pendukung dan bukti kekerasan terhadap anak.

Baca Juga : PEMERINTAH AKAN MERESMIKAN ASIAN GAMES 2018 DI INDONESIA

ANAK-ANAK HARUS DILINDUNGI DENGAN BAIK Titik kedua kemajuan mengacu pada upaya menciptakan lingkungan yang kondusif bagi anak-anak untuk tumbuh. Puan menjelaskan: “Hal ini dicapai melalui pembentukan sekolah, taman bermain dan taman bermain anak yang ramah anak, zona keamanan sekolah dan akses anak terhadap informasi dan teknologi.”

Selanjutnya, pemerintah pusat bekerja sama dengan pemerintah daerah dan tokoh masyarakat. “Beberapa contohnya adalah forum anak, pusat studi keluarga dan ruang kreatif untuk anak-anak yang didirikan di 34 provinsi,” Puan menambahkan. Inisiatif ini dapat mendorong anak untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan perencanaan pembangunan.

Menteri Puan, mewakili Indonesia, mencatat bahwa upaya untuk melindungi anak-anak dari kekerasan juga harus melibatkan unit masyarakat terkecil, keluarga. Makanya, pemerintah di seluruh dunia perlu menerapkan kebijakan yang mendukung keluarga, “terutama untuk memperbaiki akses terhadap perawatan kesehatan berkualitas bagi ibu dan anak, pendidikan dasar untuk anak-anak dan pemberdayaan ekonomi untuk keluarga,” kata Puan.

Untuk mewujudkan dan mencapai agenda SDG 2030, khususnya agenda ke 16, yaitu perdamaian, keadilan, dan institusi yang kuat, Puan mendorong semua pihak untuk melindungi dan mempromosikan hak anak dan untuk mengakhiri kekerasan terhadap anak-anak. “Upaya kami cenderung berbuah jika kami bekerja dalam kemitraan dan kolaborasi di antara semua pemangku kepentingan,” katanya.

Terakhir, Puan menegaskan komitmen Indonesia untuk terlibat dalam tindakan konstruktif untuk melindungi dan mempromosikan hak anak-anak. “Indonesia berkomitmen dan mendorong semua pihak untuk menciptakan dunia di mana perdamaian, keadilan dan kesejahteraan berada dalam jangkauan semua orang,” Puan menyimpulkan.

Leave a Reply