Uncategorized

Anak jaman sekarang kurang mendapt kehangantan keluarga

Anak jaman sekarang kurang mendapt kehangantan keluargaAnak jaman sekarang kurang mendapt kehangantan keluarga

Anak jaman sekarang kurang mendapt kehangantan keluarga – Anak adalah karunia terindah yang Tuhan berikan untuk pasangan yang sudah menikah.
jika belum pun anggap sebagai latihan kesabaran. Perkembangan psikologi anak terbentuk dari bagimana orang tua memperlakukannya sejak dalam kandungan.

Beberapa situs parenting khususnya facebook Ayah Edy. Moto dari Ayah Edy yaitu ” Indonesia strong form home ” Karena hal itu yang saya yakini sejak dulu. Di facebook Ayah Edy saya bisa belajar ilmu parenting, dari para ibu-ibu yang memang mempunyai pengalaman yang unik.

tetap di jaman sekarang yang serbah praktis, nilai nilai kekeluargaan makin lama makin luntur banyak anak anak yang mulai luntur sisi ketimurannya. baik etika, interaksinya dalam kekeluargaan maupun kehidupan bermasyarakatnya.
Orang tua yang terlalu sibuk dengan pekrjaan dan gadgetnya jarang sekali memantau perkembangan anak anaknya. Membuat anak hilang kepercayaan kepada orang tuanya sendiri.

Terlebih lahi ketika seorang psikolog, Elly Rasman menggaungkan bahaya porngrafi sama berbahayanya ketika anak itu mengonsumsi narkoba.

Ditambah lagi dengan makin berkuarangnya interaksi anak dan orang tua . kebanyakkan karena lelah bekerja seharian, ketika pulang anak sudah terlelap tidur atau anak bangun pagi tetapi ayah atau ibu belum bangun karena saking kelelahan bekerja.
keseimbangan dalam keluarga mulai goyah.

Ketika akhirnya hal buruk terjadi pada anak dan anak mencari penghiburan di luar dengan cara yang salah. Terjebak di lingkungan yang salah yang mengagung-agungkan pergaulan bebas, gaya hidup hedonisme, menganggap menghisap narkoba adalah hal yang nge-tren dan hal-hal negatif lainnya. Orang tua hanya bisa saling menyalahkan. Ini menjadi pelajaran bagi saya.

Pada dasarnya kebutuhan dasar seorang manusia adalah ingin didengarkan. Seorang anak yang belum mempunyai kemampuan untuk mengungkapkan perasaannya akan mencari perhatian dengan cara mereka sendiri. Bagi orang dewasa hal itu dianggap sangat mengganggu.

Padahal kita khusus nya sebagai orang dewasa tidak memahami akan kebutuhan mereka untuk didengarkan. Anak anak itu akan di anggap sebagai pemberontak karena orang orang dewasa sekitarnya belum memahami kebutuhan mereka.

Anak-anak itu yang nantinya akan menjadi seorang ayah atau ibu di masa depan hanya butuh didengarkan, diarahkan agar nantinya luka batin mereka ketika mereka kecil tidak terulang lagi ke generasi selanjutnya. Dalam bahasa saya, saya mengatakan “memutus lingkaran setan”.

Di koran-koran nasional dan situs berita online banyak ditulis, ”Indonesia darurat pelecehan dan kekerasan seksual” di headline beritanya. Padahal seharusnya, “Anak Indonesia darurat kehangatan dalam keluarga”, itu menurut pendapat saya.

Marilah kita bersama selaku orang dewasa yang nantinya akan menjadi calon orang tua, sudah menjadi orang tua, atau menjelang sepuh, mendengarkan, mengarahkan dan menjaga anak-anak yang nantinya menjadi generasi masa depan untuk siap berkompetisi.

Leave a Reply