Thursday , December 13 2018
Home > News > ANCAMAN HABITAT BERUANG MADU KARENA PERANGKAP BABI
ANCAMAN HABITAT BERUANG MADU KARENA PERANGKAP BABI
ANCAMAN HABITAT BERUANG MADU KARENA PERANGKAP BABI

ANCAMAN HABITAT BERUANG MADU KARENA PERANGKAP BABI

ANCAMAN HABITAT BERUANG MADU KARENA PERANGKAP BABI – Seekor anak beruang madu terselamatkan dari jebakan babi milik warga, saat anak beruang madu tersebut terikat. Beruang kecil itu lalu di selamatkan oleh tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau. Hewan yang di sebut dengan sebutan Helarctos malayanus itu terjerat di areal perkebunan sawit Desa Bukit Kerikil, Kabupaten Bengkalis, Riau.

“Di lokasi itu banyak di pasang jebakan bai berupa jerat babi yang bias mengancam keberadaan satwa dilindungi seperti beruang madu,” ujar Kepala BBKSDA Riau, Suharyono. Operasi yang di lakukan untuk menyelamatkan satwa berbulu hitam dan berkuku tajam itu memerlukan waktu yang cukup lama. Sebab, saat bersamaan seekor beruang dewasa yang diduga kuat induknya menunggu beruang muda tersebut yang dalam kondisi terjerat.

ANCAMAN HABITAT BERUANG MADU KARENA PERANGKAP BABI

“Baru keesokan harinya, beruang kecil itu dapat di selamatkan keesokan harinya. beruang dapat diselamatkan dengan melibatkan tim reaksi cepat BBKSDA Riau Resort Duri.namun beruang tersebut tidak di evakuasi, melainkan langsung dilepas liarkan ke habitatnya,” kata Suharyono.

Desa Bukit Kerikil berbatasan langsung dengan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil, yang merupakan daerah yang memiliki konservasi yang kaya akan flora dan fauna, salah satunya jenis beruang madu yang terjebak tersebut.

Untuk penggunaan jerat yang di pasang oleh para penduduk yang memasang jebakan babi bertebaran di sekitar area perkebunan sawit yang sangat luas di desa sekitar kawasan konservasi tersebut.

BACA JUGA : PENYEBAB YANG MEMBUAT INDONESIA PANAS MENYENGAT

“Setelah upaya penyelamatan tersebut kami langsung melakukan penyisiran jerat tapi hasil yang di dapatkan tidak membuahkan hasil. Memang kejadian seperti ini sering kali terjadi , jeratan langsung hilang setelah petugas datang,”ucap Suharyono.

Sukaryono menghimbau kepada masyarakat setempat, baik memilih lahan atau masyarakat desa nagar tidak lagi memasang jerat di sekitar konservasi karena berpotensi mencelakai satwa dilindungi.

“Beruan gmadu merupakan satwa dilindungi yang kerap menjadi sasaran pemburuan di Provinsi Riau. Meski dalam beberapa kasus, para pelaku serta mengakui menjerat satwa dilindungi tersebut dengan berdalih menjerat babi,”katanya.

Sebelumnya,BBKSDA Riau Polres Indragiri Hilir berhasil menangkap sejumlah petani yang yang membantai beberapa ekor beruang madu di kabupaten Indragiri Hilir pada awal 2018. Dalam pengungkapan itu, petugas menetapkan empat orang sebagai tersangka, sebagai dari upaya efek jera bagi para pemburu satwa dilindungi.

Check Also

SEORANG IBU IBU HAMPIR DI AMUK WARGA KARENA MENCURI TAS

SEORANG IBU IBU HAMPIR DI AMUK WARGA KARENA MENCURI TAS

SEORANG IBU IBU HAMPIR DI AMUK WARGA KARENA MENCURI TAS – Suriani, perempuan yang telah …