News

ANDI NAROGONG UNGKAP PERAN SETYA NOVANTO DALAM KASUS PROYEK E-KTP

ANDI NAROGONG UNGKAP PERAN SETYA NOVANTO DALAM KASUS PROYEK E-KTPANDI NAROGONG UNGKAP PERAN SETYA NOVANTO DALAM KASUS PROYEK E-KTP

SaranaNKRI ANDI NAROGONG UNGKAP PERAN SETYA NOVANTO DALAM KASUS PROYEK E-KTP Andi Narogong yang ditetapkan sebagai terdakwa, mengungkap peran Ketua DPR Setya Novanto dalam kasus dugaan korupsi proyek e-KTP. Andi menuturkan bahwa Setnov yang mengusulkan untuk melibatkan Made Oka Masagung, Komisaris PT Gunung Agung, untuk urusan transaksi antarperbankan. Kesaksian terdakwa tersebut disampaikan saat pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat.

Andi juga menjelaskan, ketika proyek sedang dibahas ada sedikit perselisihan anatara Paulus Tannos, direktur utama PT Sandipala Arthaputra dengan Irman, mantan Dirjen sekaligus terdakwa e-KTP lainnya. Saat itu Paulus keberatan jika pengerjaan e-KTP dibagi rata ke pda seluruh pihak.

Baca Juga :  ARAB SAUDI LAKUKAN PERTEMUAN PUNCAK KONTRA TERORISME ISLAM

Karena Paulus menilai, proyek e-KTP harusnya dikerjakan oleh anggota pemenang konsorsium yakni konsorsium PNRI, akan tetapi Irman tuidak setuju dan marah dengan respon Paulus.

“ketika itu posisi kami di persulit, tidak ada dikasih DP (down payment). Sampai akhirnya rekanan cari investor kanan kiri, serta Paulus juga mencari modal ke mana-mana. Pada November 2011, Paulus mengundang saya dengan Anang (direktur Utama PT Quadra Solution) dan Marliem (Johannes Marliem) datang kekediaman Bapak Setya Novanto untuk laporkan anggota konsorsium enggak dapat DP, dipersulit pekerjaannya,” jelas Andi dalam persidangan, pada Kamis (30/11).

ANDI NAROGONG UNGKAP PERAN SETYA NOVANTO DALAM KASUS PROYEK E-KTP Pada akhirnya Pak Setnov menawarkan untuk mengenalkan saya kepada Oka Masagung, karena memang dia salah satu orang yang memiliki link perbankan. Ia juga menyampaikan komitmen konsorsium untuk memberikan fee 5 persen, kata Andi menjelaskan kembali.

Hingga akhirnya pada tahun 2011, Chairuman Harahap yang berperan sebagai ketua komisi II DPR ketika itu menagih komitmen fee 5 persen kepada Irman. Kemudian pembahasan fee dilanjutkan di kantor Setya Novanto di Equity Tower, pada pertemuan tersebut dihadiri oleh Chairuman Harahap, Paulus Tannos, Setya Novanto, termasuk juga Andi. Akhir cerita Paulus menyanggupi akan ada fee dan segera dieksekusi, pertemuan pun selesai.

Baca Juga :  PRIA WASPADAI PUTING SUSU YANG LEMBUT BISA JADI GEJALA KENKER TESTIS

Selepas pembahasan tentang fee, dilakukan kembali pertemuan di kediaman Paulus yang ketika itu hadir diantaranya Anang, Andi, dan Johannes Marliem. Pertemuan tersebut membahas tentang teknis pembayaran fee untuk DPR.

Leave a Reply