InspirasiNews

ANGGREK PAPUA LANGKA TAK PERLU DI CARI PADA KEDALAMAN HUTAN

ANGGREK PAPUA LANGKA TAK PERLU DI CARI PADA KEDALAMAN HUTANANGGREK PAPUA LANGKA TAK PERLU DI CARI PADA KEDALAMAN HUTAN

ANGGREK PAPUA LANGKA TAK PERLU DI CARI PADA KEDALAMAN HUTAN

Untuk menemukan anggrek langka dan unik di Papua, orang biasanya harus menjelajah jauh ke dalam hutan di kawasan itu. kali ini, kalian tidak perlu lagi mencarinya sampai dikedalaman hutan, semuanya berkat Taman Anggrek Susi Wanggai di Jayapura, Papua.

Dari sekitar 3.000 spesies anggrek di Papua, 15 persen dapat dilihat di kebun. Situs yang dirancang elegan ini memiliki koleksi sekitar 500 spesies anggrek, banyak di antaranya dapat ditemukan mekar penuh.

Anggrek mekar sangat indah. Mereka yang masih tanpa bunga terlihat seperti daun tanaman biasa, kata Susi sambil menunjuk pada anggrek Dasi (dasi). Koleksi anggreknya berasal dari berbagai bagian Pulau New Guinea.

Anggrek ini berasal dari berbagai daerah di Papua, meliputi daerah dataran tinggi, dataran rendah dan pesisir, dari Raja Ampat hingga Boven Digul, katanya. Beragam asal-usul anggrek berarti ada berbagai cara untuk mengolahnya.

Anggrek dari Papua selatan tumbuh subur di bawah sinar matahari, jadi kami mengizinkan 70 persen sinar matahari, sedangkan yang di dataran tinggi perlu dilindungi, Susi menjelaskan. Berhasil membesarkan anggrek, katanya, tidak hanya membutuhkan pemupukan, penyiangan dan penyiraman, tetapi juga menjaga ikatan emosional.

Kita juga harus berbicara dan bernyanyi ke anggrek. Almarhum ayah saya mengajari saya untuk sering berbicara dengan anggrek, karena ikatan emosional yang dekat akan membuat tanaman mekar, yang telah saya buktikan, katanya. Susi mengatakan bahwa dia merasa senang merawat anggrek dengan batang yang patah.

Ketika tangkai mulai tumbuh bahkan sedikit daun, itu berarti anggrek telah mendapatkan kembali kehidupannya. Kebahagiaan dirasakan oleh petani anggrek ketika tunas hijau kecil muncul dari batang yang sebelumnya rusak yang telah menerima perawatan yang tepat, katanya.

Susi adalah satu dari sedikit orang di Papua yang menanam anggrek langka. Dia mewarisi kecintaannya pada anggrek dari almarhum ayahnya Sofyan Wanggai, yang menanam anggrek dan bunga-bunga lain sebagai sumber penghasilan bagi keluarganya.

Sebelum Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI) didirikan di Papua, Sofyan Wanggai telah memperkenalkan anggrek Papua ke tingkat global dengan menghadirkan beragam spesies anggrek asli Papua di festival anggrek di beberapa negara.

Susi memperoleh anggreknya dari kolektor, masyarakat dan juga melalui perjalanannya sendiri. Sebagai kepala Badan Perbatasan dan Kerjasama Luar Negeri Papua, ia menghabiskan banyak waktu mengunjungi daerah-daerah terpencil di perbatasan Papua Nugini.

Sangat disayangkan bahwa tidak banyak orang Papua terlibat dalam pelestarian anggrek sehingga, seiring waktu, tanaman ini mungkin punah dan kita akan dibiarkan mendengar tentang mereka hanya melalui cerita, katanya. Susi, yang meraih gelar master di Waikato University, Selandia Baru, telah melakukan upaya bersama untuk tetap berhubungan dekat dengan komunitas anggrek di seluruh dunia.

Karena kami selalu memantau perkembangan anggrek global, ketika spesies anggrek baru ditemukan, kami memberi tahu masyarakat untuk mengetahui apakah anggrek tersebut dinamai atau tidak, kata Susi. Adalah impian saya untuk membuka museum yang menampilkan spesies anggrek endemik di seluruh tanah Papua, untuk mencegah kepunahan kekayaan alam Papua dari kepunahan dengan kemajuan pembangunan yang pesat.

Leave a Reply