Saturday , August 18 2018
Home > News > Anies Akan Dijatuhi Sanksi Karena Tidak Mengikuti Aturan Pemecatan
Anies Akan Dijatuhi Sanksi Karena Tidak Mengikuti Aturan Pemecatan
Anies Akan Dijatuhi Sanksi Karena Tidak Mengikuti Aturan Pemecatan

Anies Akan Dijatuhi Sanksi Karena Tidak Mengikuti Aturan Pemecatan

Anies Akan Dijatuhi Sanksi Karena Tidak Mengikuti Aturan Pemecatan – Gubernur Jakarta Anies Baswedan dapat dijatuhi sanksi karena diduga melakukan maladministrasi oleh pejabat kota yang reshuffle. Komisi Birokrasi Sipil Negara (KASN) telah meluncurkan penyelidikan atas kasus ini. KASN dapat menjatuhkan hukuman jika Anies Baswedan gagal menindaklanjuti rekomendasi yang diberikan oleh komisi.

Komisioner KASN I Made Suwandi mengatakan, kantornya akan mengeluarkan rekomendasi setelah selesainya investigasi. Komisi mempertanyakan dua pejabat yang diberhentikan dan pejabat pemerintah Jakarta, sambil mempelajari bukti yang digunakan sebagai dasar pelepasan.

Jika fakta itu ternyata salah, kami akan mengeluarkan rekomendasi, sehingga pejabat yang diberhentikan dapat melanjutkan pekerjaan mereka, kata Made kepada wartawan pada Selasa, 17 Juli. Di sisi lain, komisi akan mendukung keputusan Anies jika pelanggaran dilakukan oleh pejabat yang diberhentikan dapat ditemukan.

Jika gubernur sebagai pemimpin gagal mengikuti rekomendasi, kami akan menyerahkan laporan kepada presiden, Made menambahkan. Made menjelaskan bahwa presiden memiliki kewenangan untuk menjatuhkan sanksi kepada pejabat negara yang gagal menindaklanjuti rekomendasi sebagaimana diatur dalam Pasal 33 UU No. 5/2014 tentang Pegawai Negeri Sipil.

Presiden nanti akan meminta Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrat (PANRB) atau Kementerian Dalam Negeri [untuk memberlakukan sanksi], katanya. Perombakan sejumlah pejabat yang dilakukan oleh Anies Baswedan bisa melanggar undang-undang dan peraturan pemerintah tentang pegawai negeri. Asisten Komisioner KASN, Sumardi mengatakan bahwa gubernur dan wakil gubernur seharusnya memberikan kesempatan kepada para pejabat untuk meningkatkan kinerja mereka.

BACA JUGA : FAHRI HAMZAH TIDAK SETUJU JIKA ANIES MENCALONKAN DIRI MENJADI CAPRES ATAU CAWAPRES

Anies Akan Dijatuhi Sanksi Karena Tidak Mengikuti Aturan Pemecatan – Menanggapi keluhan mantan Walikota Jakarta Timur Bambang Musyawardana, Gubernur Jakarta Anies Baswedan mengatakan bahwa ia secara pribadi menghubungi setiap walikota dan bupati yang ia susun ulang pada 5 Juli.

Mantan Walikota Bambang mengklaim bahwa Anies Baswedan telah memberitahu dia tentang perombakan hanya melalui obrolan Whatsapp. Senada dengan Bambang, mantan Walikota Jakarta Barat Anas Effendi juga menyatakan bahwa Anies Baswedan telah menghubunginya setelah reshuffle melalui panggilan telepon hanya satu hari sebelum pelantikan pejabat kota baru pada 4 Juli.

Anas ingat bahwa nomor telepon yang digunakan Gubernur Jakarta tidak terdaftar di ponselnya. Gubernur mengatakan ‘Ini Anies Baswedan’, kata Anas dalam wawancara kemarin.

Panggilan telepon, menurut Anas, adalah untuk menginformasikan tentang reshuffle di Pemerintah Provinsi Jakarta yang akan berlangsung pada hari berikutnya, dan bahwa setiap walikota termasuk Anas akan diganti. Dia lebih lanjut mengatakan bahwa Anies Baswedan juga mengucapkan terima kasih kepada walikota untuk layanan mereka selama bertahun-tahun.

Dalam kesempatan terpisah, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan bahwa ia secara individual memanggil setiap bupati dan walikota yang akan dipecat untuk mempercepat waktu transisi.

Check Also

PKS Akan Melakukan Pertemuan Dengan Demokrat dan PAN Secara Bersamaan

PKS Akan Melakukan Pertemuan Dengan Demokrat dan PAN Secara Bersamaan

PKS Akan Melakukan Pertemuan Dengan Demokrat dan PAN Secara Bersamaan – Menjelang pendaftaran calon presiden …