Monday , December 17 2018
Home > Gaya hidup > Apakah Berhenti ‘Fitness’ Bisa Bikin Berat Badan Kembali ke Asal?
Apakah Berhenti 'Fitness' Bisa Bikin Berat Badan Kembali ke Asal?

Apakah Berhenti ‘Fitness’ Bisa Bikin Berat Badan Kembali ke Asal?

Pergi ke pusat kebugaran lalu melakukan olahraga angkat beban dinilai efektif untuk membakar lemak atau membantu target penurunan berat badan.

Namun, mungkin masih banyak yang dibayangi kekhawatiran bahwa berat badan mereka akan kembali seperti semula jika nantinya berhenti dari rutinitas nge-gym.
Kekhawatiran ini pada akhirnya membuat mereka enggan melakukan olahraga angkat beban di pusat kebugaran.

Tapi, apakah anggapan tersebut benar?

Nutrisionis olahraga tersertifikasi, Alvin Hartanto, menganjurkan agar angkat beban dan latihan kekuatan dilakukan secara rutin.

Kesibukan rutinitas harian memang tak terhindarkan. Namun, ia menyarankan mereka yang sudah memulai angkat beban tetap konsisten dan rutin berlatih, bukan justru berhenti.

“Kalu bisa enggak bolos lebih dari sebulan. Di atas dua minggu juga sebenarnya sudah enggak bagus,”ujar Alvin ketika ditemui pada acara diskusi di Gran Mahakam Hotel, Jakarta, Jumat (12/10/2018).

Rutin angkat beban membuat metabolisme tubuh seseorang meningkat. Pembakaran kalori yang dilakukan tubuhnya pun akan cenderung lebih cepat.

Dia mencontohkan perbedaan orang yang rutin angkat beban dan tidak. Dia yang rutin melakukan angkat beban mungkin bisa mengonsumsi makanan hingga 2.000 kalori tanpa tambah gemuk.

Sebaliknya, yang tidak pernah berolahraga mungkin hanya mengkonsumsi sekitar 1.000 kalori tapi berat badannya sudah naik.

“Kebutuhan kalorinya beda, sistem pembakaran (yang berolahraga) juga lebih cepat. Makanya sangat jarang mereka yang sudah sukses di dunia olahraga balik gemuk. Karena sistemnya sudah bagus,” ucap dia.

Ketika seseorang menghentikan rutinitas olahraganya, metabolisme tubuh yang semula tinggi akan menurun. Otot yang tidak dijaga juga perlahan akan mengecil sehingga berat badan semula bisa kembali.

“Otot akan hilang, metabolisme turun. Kalau metabolisme turun makan jadi gampang gemuk,” ujar pria yang kerap berbagi konten olahraga dan kesehatan lewat YouTube itu.

Oleh karena itu, sangat penting untuk menjaga rutinitas olahraga dan dibarengi dengan pengaturan pola makan yang sesuai.

Menurut Alvin, sehat dan menerapkan pola hidup sehat idealnya tak berlangsung sementara, melainkan selamanya.

Jika beralasan malas atau sibuk, hal itu sebetulnya bisa diselesaikan asalkan kita tegas dalam melakukan manajemen waktu.

“Yang penting di-maintain. Aku enggak lihat logikanya kenapa harus berhenti diet, olahraga atau pola makan sehat. Karena kita kan mau punya badan bagus, pola hidup sehat itu sepanjang mungkin. Lalu kenapa berhenti?” katanya.

Check Also

Menjaring Lebih Banyak Pembeli Melalui Keramahan Gaya dari Jepang

Menjaring Lebih Banyak Pembeli Melalui Keramahan Gaya dari Jepang

Pernahkah kamu merasa dicuekin oleh penjaga toko saat hendak berbelanja? Atau kesal karena pegawai di …