Thursday , October 18 2018
Home > News > AZIS SYAMSUDDIN DITUNJUK SEBAGAI PENGGANTI KETUA DPR SETYA NOVANTO

AZIS SYAMSUDDIN DITUNJUK SEBAGAI PENGGANTI KETUA DPR SETYA NOVANTO

Azis Syamsuddin said to Replace Setya Novanto as House Speaker

Ketua DPR, yang sedang diselidiki atas dugaan keterlibatannya dalam skandal korupsi senilai $ 170 juta (£ 127 juta), telah mengajukan pengunduran dirinya, menurut anggota majelis mengatakan pada hari Senin. Setya Novanto ditangkap bulan lalu karena dugaan perannya dalam skandal korupsi kartu identitas elektronik (e-KTP). Anggota KPK kemudian membawanya ke tahanan dari tempat dia mengirim surat kepada para pemimpin majelis yang meminta agar tetap memegang jabatannya sementara dia melawan dakwaan tersebut.

Setya Novanto telah mengundurkan diri, kata anggota parlemen Yandri Susanto , mengacu pada sebuah surat di mana Novanto mengumumkan keputusannya. Dia tidak mengatakan alasannya. Penggantinya sebagai Ketua DPR diharapkan diputuskan oleh partainya, Golkar, dalam sebuah pertemuan luar biasa pada 19 Desember, kata Dito Ganinduto, anggota parlemen dari partai Golkar Novanto. Novanto belum mengundurkan diri sebagai ketua Golkar, kata Ganinduto.

Wakil Ketua Dewan Ahli Golkar Mahyudin menegaskan bahwa Setya Novanto telah menunjuk Aziz Syamsuddin untuk menggantikan Setya Novanto sebagai Ketua DPR. Sudah ditandatangani beberapa hari yang lalu. Saat ini sedang diproses, dan mungkin dia akan segera diresmikan, kata Mahyudinon Minggu, 10 Desember.

Menurut Mahyudin, Setya secara pribadi menunjuk Aziz sebagai pembicara baru seharusnya tidak menimbulkan masalah karena Setya masih dianggap sebagai Ketua Golkar dan bahwa posisi Ketua DPR masih diberikan kepada Golkar. Itu hak prerogatif Ketua. Apalagi mengingat situasi yang tidak normal, jadi keputusannya cukup sah, kata Mahyudin. Dalam kondisi normal, Mahyudin melanjutkan, Setya bisa membawa masalah ini ke dalam rapat internal Golkar.

Meski demikian, Mahyudin terus membela keputusan rekannya sesama politisi dengan menyatakan bahwa hal itu harus dilakukan untuk kepentingan demokratisasi partai tersebut. Dia menyarankan agar situasi yang tidak normal membuat Ketua Partai Golkar tidak langsung menunjuk penggantinya sebagai Ketua DPR.

Check Also

PKS Akan Melakukan Pertemuan Dengan Demokrat dan PAN Secara Bersamaan

PKS Akan Melakukan Pertemuan Dengan Demokrat dan PAN Secara Bersamaan

PKS Akan Melakukan Pertemuan Dengan Demokrat dan PAN Secara Bersamaan – Menjelang pendaftaran calon presiden …