Uncategorized

Balita Meninggal Karena Kesetrum Kabel Charger Ponsel

Balita Meninggal Karena Kesetrum Kabel Charger PonselBalita Meninggal Karena Kesetrum Kabel Charger Ponsel

Balita Meninggal Karena Kesetrum Kabel Charger Ponsel

Balita Meninggal Karena Kesetrum Kabel Charger Ponsel – Ada seorang bayi yang berusia 10 bulan, bernama Arfan, di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik pada kabel charger ponsel. Sang orang tua bayi tersebut menangis histeris di Puskesmas Jatibarang, Kabupaten Indramayu.

Pada saat aliran listrik di matikan nyawa balita bernama Arfan tak tertolong saat dibawa ke Puskesmas Jatibarang, Jawa Barat. Dalam sebuah videonya sempat viral dimedia sosial, bahkan sejumlah warganet menyebut-nyebut bahwa bayi tersebut meninggal akibat tersengat aliran listrik dari charger ponsel orang tuanya.

Di dalam sebuah video yang viral ini berdurasi 39 detik itu, seorang ibu menangis histeris sambil menggendong bayinya. Dalam video tersebut viral di dunia maya, sang ibu terus meracau memohon ampunan kepada yang Mahakuasa untuk meminta pertolongan kepadanya. Dari keterangan video yang viral, bayi itu tersengat aliran listrik dari charger ponsel orang tuanya yang berada di pinggir kasur.

Untuk sementara itu, ketika dimintai konfirmasi, Kapolres Indramayu AKBP M Yoris Maulana Marzuki membenarkan Arfan meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik, tapi bukan dari charger ponsel milik orang tuanya, melainkan kabel pembuat roti yang terkelupas. AKBP M Yoris Maulana Marzuki mengatakan rumah kontrakan orang tua korban dijadikan tempat produksi roti.

Diduga korban memegang kabel mesin pembuat roti yang terkelupas. Saat itu korban berteriak, sehingga terdengar oleh orang tua korban, kata AKBP M Yoris Maulana Marzuki kepada wartawan dikantornya, pada hari Rabu. AKBP M Yoris Maulana Marzuki mengatakan orang tua korban langsung membawa anaknya ke Puskesmas Jatibarang saat melihat kondisi bayinya tergeletak. Namun nahas, saat dibawa ke puskesmas, nyawa korban tak tertolong.

Pada saat dilakukan pertolongan di puskesmas, korban sudah meninggal dunia, ucap Yoris. AKBP M Yoris Maulana Marzuki menambahkan orang tua korban tercatat sebagai warga Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Rencananya, korban akan dimakamkan di Kabupaten Kuningan. Korban akan dimakamkan di Kuningan dan orang tua korban menerima kepergian Arfan. Orang tuanya korban sudah membuat pernyataan, kejadian tersebut merupakan musibah, ucapnya.

Leave a Reply