Tuesday , December 12 2017
Home > Gaya hidup > BANYAKNYA WAKTU PADA SMARTPHONE, MEMPERLAMBAT BAYI BERBICARA
BANYAKNYA WAKTU PADA SMARTPHONE, MEMPERLAMBAT BAYI BERBICARA
BANYAKNYA WAKTU PADA SMARTPHONE, MEMPERLAMBAT BAYI BERBICARA

BANYAKNYA WAKTU PADA SMARTPHONE, MEMPERLAMBAT BAYI BERBICARA

Tiga aktivis hak asasi manusia yang diakui secara global masuk dalam daftar kandidat yang terpilih untuk memasuki tahap penyaringan berikutnya bagi pemimpin baru Komnas HAM untuk periode 2017-2022.

Bersama 57 kandidat lainnya, ketiga aktivis tersebut lulus ujian tertulis yang diadakan oleh tim seleksi pemerintah yang bertanggung jawab atas perekrutan tersebut.

Mereka adalah mantan direktur eksekutif Human Rights Working Group (HRWG) Rafendi Djamin, yang juga bertugas di ASEAN Intergovernmental Commission on Human Rights (AICHR) dari 2009-2015, penasihat senior HRWG, penasihat senior Choirul Anam, yang juga merupakan Komite Solidaritas Aksi untuk pemimpin Munir (Kasum), dan aktivis vokal Haris Azhar, mantan koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras).

Sebagai pemimpin Kasum, Choirul telah memimpin upaya untuk mendorong pemerintah menyelesaikan kasus pembunuhan terlantar aktivis hak asasi manusia terkemuka Munir Said Thalib.

“Menjadi Komnas HAM merupakan tanggung jawab besar, terutama ditengah kurangnya dukungan masyarakat terhadap institusi tersebut,” kata Choirul.

“Saya harap saya bisa mendapatkan kepercayaan masyarakat untuk melayani institusi tersebut dan melakukan apa yang harus dilakukan, terutama untuk mengatasi kasus pelecehan brutal masa lalu,” tambahnya.

Tiga aktivis terkenal dan kandidat terpilih lainnya dari berbagai latar belakang profesional akan menghadiri debat publik pada tanggal 17 dan 18 Mei.

“Kami mengundang masyarakat untuk berpartisipasi dalam proses tersebut dengan memberi informasi kepada kami, termasuk di track record [kandidat],” kata anggota tim seleksi Makarim Wibisono

Birken, yang juga merupakan peneliti senior studi tersebut, masih menekankan bahwa lebih banyak penelitian dibutuhkan pada topik tersebut.

“Saya pikir untuk benar-benar mengembangkan bukti untuk memberi tahu orang tua dan dokter tentang apa yang harus direkomendasikan, kami memerlukan penelitian yang lebih pasti,” katanya.

“Anda memerlukan percobaan, Anda memerlukan bukti bagus, setidaknya studi longitudinal, namun temuan ini, setidaknya, mengidentifikasi sebuah asosiasi dan mendukung rekomendasi saat ini,” tambahnya, mengacu pada pedoman dari American Academy of Pediatrics.

“Ini adalah studi penting untuk menyoroti beberapa potensi risiko yang terkait dengan penggunaan media, dan khususnya perangkat genggam genggam,” Michael Robb, direktur riset untuk organisasi nirlaba Common Sense Media, mengatakan kepada CNN melalui email.

“Apa yang mendorong efeknya sangat penting Efek negatifnya mungkin karena waktu layar menggantikan interaksi orang tua-anak [bermain, membaca, berbicara, bernyanyi, dll] yang sangat penting untuk perkembangan kesehatan.”

Check Also

TANGGAPAN GOLKAR AKAN DUA KUASA HUKUM NOVANTO YANG LARI

TANGGAPAN GOLKAR AKAN DUA KUASA HUKUM NOVANTO YANG LARI

Ketua Umum non aktif Partai Golkar  Setya Novanto ditinggalkan oleh kedua kuasa hukumnya yakni Otto …