Wednesday , December 19 2018
Home > News > BAWASLU DI MINTA UNTUK MENGUSUT KAMPANYE DI ACARA REUNI 212
BAWASLU DI MINTA UNTUK MENGUSUT KAMPANYE DI ACARA REUNI 212
BAWASLU DI MINTA UNTUK MENGUSUT KAMPANYE DI ACARA REUNI 212

BAWASLU DI MINTA UNTUK MENGUSUT KAMPANYE DI ACARA REUNI 212

BAWASLU DI MINTA UNTUK MENGUSUT KAMPANYE DI ACARA REUNI 212 – Presidium Nasional Jaringan Advokat Pengawal NKRI JAPRI) Abdul Fakhridz Al Donggowi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), bertindak tegas dan mengusut dugaan kampanye terselubung di acara Reuni 212 beberapa waktu lalu.

“Maka patut kita duga, sejak awal ada niat atau upaya terselubung dari pihak penyelenggara untuk memberikan panggung politik kepada Prabowo sebagai calon Presiden Nomor urut 02,”kata Abdul fakhridz dalam siaran pers, Rabu (5/12).

Menurutnya, meskipun panitia menyangkal tidak ada kampanye untuk Prabowo namun faktanya pihak penyelenggara mengundang Prabowo untuk hadir dalam gerakan Reuni 212. Hingga dia menilai, kehadiran Prabowo menguntungkan juga meningkatkan popularitas maupun elektabilitas.

BAWASLU DI MINTA UNTUK MENGUSUT KAMPANYE DI ACARA REUNI 212

“Apa lagi sebagian panitia penyelenggara Reuni 212 merupakan anggota badan pemenangan nasional Prabowo-Sandi,”tegas Abdul. Meski demikian, JAPRI yakni peserta yang hadir dalam Reuni 212 merupakan bagian rakyat Indonesia yang cerdas dan tidak semua peserta merta merupakan pendukung Prabowo.

Di sisi lain, sebagai mana fakta terkait gelaran Reuni 212 dan agenda serupa sebelumnya yakni Aksi Bela Tauhid 211, maka JAPRI mendesak Baswalu lebih aktif dan tegas dalam melakukan pengawasan terhadap kampanye Pemilu 2019.

BACA JUGA : PEMERIKSAAN KETUA DPRD DAN WAKIL KETUA TAPTENG MASUK DPO

“Karena tidak menutup kemungkinan banyak pihak yang dapat melakukan upaya-upaya terselubung dalam memperjuangkan kepentingan politiknya sehubungan kampanye Pemilu 2019, baik dilakukan oleh penyelenggara, tim kampanye, maupun peserta Pemilu,”tegasnya.

Terpisah, Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens menilai, calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto setelah melanggar aturan kampanye. Terlebih lagi, ditemukan spanduk dan teriakan Prabowo Presiden dalam acara itu.

“Ini yang harus di dorong terus agar diselidiki oleh Bawaslu. Karena ada sejumlah temuan pelanggaran,”kata Boni. Menurut nya, acara reuni tersebut merupakan gerakan oposisi politik. Bawaslu, kata dia, dia harus melakukan evakuasi terhadap kegiatan itu.”Apakah 212 ini bagian dari curi start kampanye atau tidak. Itu yang harus di evakuasi apalagi Prabowo hadir dalam acara itu,”kata dia.

Dari aspek sejarah, kata dia , gerakan 212 bermuatan politik. Dan dipakai untuk menyerang lawan politik. Kata dia, eskalasi gerakan yang seiring dengan momen kampanye politik yang semakin mendekati waktu Pemilu 2019, dapat disinyalir ditunggangi oposisi yang bertujuan kekuasaan.

Check Also

BANJIR DI RIAU MENYEBABKAN WARGA KAMPAR TERSERANG PENYAKIT

BANJIR DI RIAU MENYEBABKAN WARGA KAMPAR TERSERANG PENYAKIT

BANJIR DI RIAU MENYEBABKAN WARGA KAMPAR TERSERANG PENYAKIT – Dinas Kesehatan Provinsi Riau mencatat, sebanyak …