Friday , September 21 2018
Home > News > BEGINI CURHATAN MEMILUKAN SETYA NOVANTO SETELAH MENJADI NAPI KASUS KORUPSI
BEGINI CURHATAN MEMILUKAN SETYA NOVANTO SETELAH MENJADI NAPI KASUS KORUPSI
BEGINI CURHATAN MEMILUKAN SETYA NOVANTO SETELAH MENJADI NAPI KASUS KORUPSI

BEGINI CURHATAN MEMILUKAN SETYA NOVANTO SETELAH MENJADI NAPI KASUS KORUPSI

SARANANKRIBEGINI CURHATAN MEMILUKAN SETYA NOVANTO SETELAH MENJADI NAPI KASUS KORUPSI. Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) saat ini terus berusaha untuk melakukan pemulihan terhadap Kerugian Negara atas Korupsi yang berasal dari Proyek e-KTP. Terakhir , Pihak KPK telah melakukan pemindahbukuan rekening atas Nama Setya Novanto yang merupakan Terpidana dari kasus Korupsi e-KTP dengan Vonis Hukuman 15 Tahun Penjara.

Uang sebesar Rp 1.116.624.197 diketahui telah di pindahkan dari rekening milik Setya Novanto ke rekening Tampungan KPK. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk uang pengganti Setya Novanto yang di anggap telah terbukti menerima USD 7.3 Juta. Mantan Ketua Umum Partai Golkar tersebut diketahui telah melakukan pencicilan sebesar USD 100.000 serta Rp 5 Miliar.

Angak Angka tersebut masih belum memenuhi jumlah uang pengganti. Sehingga Novanto telah berencana untuk menjual rumahnya. Namun Lokasi rumah yang ingin di jual belum disebutkan oleh SetNov (Setya Novanto). Bukan hanya itu saja , Segala Aset yang di miliki juga habis dan saat ini Novanto telah memposisikan dirinya sebagai orang susah. Tidak hanya mengalami kesulitan secara materi saja , Namun Novanto juga menyatakan bahwa keadaannya saat ini juga seorang diri sebab banyak Pihak yang sudah menjauhi dirinya.

BACA JUGA : INI HAL YANG DI DAPATKAN OLEH FARHAT ABBAS AKIBAT TULISAN “PILIH PAK JOKOWI MASUK SURGA”

“Ya sekarang kan kita susah , Jadi Tersangka sebab itu semua orang tidak ada yang mau dekat dekat lagi. Ya semua uang yang di tagih juga sudah susah dan salah satu cara yaitu menjual aset aset saya dan saya akan tetap kooperatif untuk hal tersebut,” ujar Setya Novanto saat berada di Pengadilan Tipikor , Jakarta Pusat , Jumat 14 September 2018.

Seperti yang telah diketahui , Setya Novanto atau yang akrab disapa dengan SetNov telah diberikan Hukuman Vonis berupa 15 Tahun Penjara serta Denda Rp 500 Juta Subsider 3 Bulan Kurungan. Selain Vonis Penjara , Mantan Ketua Umum Partai Golkar ini juga diwajibkan untuk mengembalikan Kerugian Negara sebesar USD 7.3 Juta.

Dari total USD 7.3 Juta itu , SetNov sudah lebih dahulu mengembalikan Rp 5 Miliar kepada KPK sebelum dirinya diberikan Vonis oleh sang Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Terkait Kasus yang sedang dialaminya.

Hakim telah menyatakan bahwa Jika SetNov belum melakukan pembayaran setelah di vonis dengan kekuatan hukum tetap , maka seluruh Aset yang dimiliki oleh Setya Novanto atau SetNov akan di sita dan di Jual. Jika Harta Benda yang dimiliki SetNov tidak cukup , maka Hukuman Pidana SetNov akan di tambah selama Dua Tahun.

Check Also

INI HAL YANG DIPERLUKAN INDONESIA DALAM MENCAPAI TARGET PARTISIPASI POLITIK

INI HAL YANG DIPERLUKAN INDONESIA DALAM MENCAPAI TARGET PARTISIPASI POLITIK

SARANANKRI – INI HAL YANG DIPERLUKAN INDONESIA DALAM MENCAPAI TARGET PARTISIPASI POLITIK. Pendidikan Politik merupakan salah …