Sunday , December 16 2018
Home > Gaya hidup > BERKUNJUNG KE DESA BAWOMATALUO TEMPAT LAHIRNYA PELOMPAT BATU DARI NIAS
BERKUNJUNG KE DESA BAWOMATALUO TEMPAT LAHIRNYA PELOMPAT BATU DARI NIAS
BERKUNJUNG KE DESA BAWOMATALUO TEMPAT LAHIRNYA PELOMPAT BATU DARI NIAS

BERKUNJUNG KE DESA BAWOMATALUO TEMPAT LAHIRNYA PELOMPAT BATU DARI NIAS

BERKUNJUNG KE DESA BAWOMATALUO TEMPAT LAHIRNYA PELOMPAT BATU DARI NIAS – Mungkin belum banyak orang yang akrab atau mengetahui dengan desa Bawomataluo. Desa ini adalah tempat lahirnya pelompat batu Handal asal kepulauan Nias. Desa Bawomataluo menjadi salah satu bagian dari Yaahowu Nias Festival 2018.

Secara administrasi, Desa Bawomataluo berada di Kecamatan Fanayama, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara. Dari Kota Teluk Dalam, desa ini bisa ditempuh dalam waktu sekitar 1 jam dengan menggunakan mobil.

Desa kecil ini sangat padat. Lebih dari 2000 jiwa tinggal di sana. Dengan jumlah 300 kepala keluarga. Tak heran jika dalam satu rumah terdapat sekitar dua hingga tiga keluarga.

BACA JUGA : TIDAK HANYA BERNUTRISI SAJA TERNYATA SINAR MATAHARI BERIKAN EFEK NEGATIF

Desa ini punya sejarah panjang. Karena sudah ada sejak sekitar 250 tahun yang lalu. Masyarakatnya pun masih mempertahankan keaslian bangunan adat mereka.

Namun, kini Bawomataluo sudah berstatus sebagai desa wisata. Bahkan, desa ini telah ditetapkan sebagai cagar budaya nasional. Sertifikat sebagai Cagar Budaya Nasional diserahkan perwakilan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Seperti halnya masyarakat Nias lain, warga Desa Bawomataluo sangat ramah dengan wisatawan. Tak heran jika desa ini dimasukkan sebagai salah satu sub event dari Yaahowu Nias Festival 2018. Namanya, One Day in Bawomataluo.

Di desa ini, anak-anak dari berbagai level usia dididik untuk menjadi ‘prajurit’ yang akan melakukan Fahombo Batu alias Lompat Batu. Anak-anak di usia 10 tahun ke bawah, dilatih dengan media bambu.

Di sini, mereka akan terus diasah ketinggian lompatannya. Sedangkan untuk usia 10 tahun ke atas, atau jika telah telah berhasil mencapai level yang diinginkan, mereka akan melakukan simulasi Fahombo Batu dengan papan yang dibuat menyerupai batu. Ini tahap terakhir sebelum mereka bisa dilepas sebagai pelompat batu.

Namun, tidak hanya Fahombo Batu yang disajikan Desa Bawomataluo. Mereka juga punya aktivitas Famadaya Harimao. Biasanya, aktivitas ini dilakukan setiap tujuh tahun sekali. Kegiatannya berupa mengarak replika harimau menggunakan kayu besar. Mereka diiringi dengan para penari perang dalam jumlah besar.

Atraksi Tari Perang yang dibawakan orang-orang tua menjadi aksi yang juga di gelar di Desa Bawomataluo. Tarian ini juga dibawakan kolosal. Lengkap dengan pakaian kebesaran Nias. Serta beragam atribut prajuritnya yang dikenal sangat berani.

BACA JUGA : BERIKUT TERDAPAT 3 HOTEL PALING ANEH DIDUNIA

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata Ni Wayan Giri Adnyani, berharap nilai-nilai tradisi Desa Bawomataluo tidak luntur.

Dukungan juga diberikan Menteri Pariwisata Arief Yahya. Dijelaskannya, Desa Bawomataluo harus menjaga keaslian dan tradisi masyarakatnya.

Arief Yahya menambahkan, hal ini sesuai dengan prinsip yang selalu ia tanamkan. “Budaya itu semakin dilestarikan semakin menghasilkan. Semakin punya nilai jual. Desa Bawomataluo sudah membuktikannya,” papar Menpar.

BERKUNJUNG KE DESA BAWOMATALUO TEMPAT LAHIRNYA PELOMPAT BATU DARI NIAS

Check Also

PERUBAHAN YANG TERJADI KEPADA 15 NARAPIDANA TERORISME

PERUBAHAN YANG TERJADI KEPADA 15 NARAPIDANA TERORISME

PERUBAHAN YANG TERJADI KEPADA 15 NARAPIDANA TERORISME – Sebanyak kurang lebih 15 mantan narapidana terorisme Se-Solo …