Monday , January 21 2019
Home > Uncategorized > BI, Perjanjian Tinta Kementerian Keuangan tentang Pemantauan Data Valas

BI, Perjanjian Tinta Kementerian Keuangan tentang Pemantauan Data Valas

BI, Perjanjian Tinta Kementerian Keuangan tentang Pemantauan Data Valas

BI, Perjanjian Tinta Kementerian Keuangan tentang Pemantauan Data Valas
BI, Perjanjian Tinta Kementerian Keuangan tentang Pemantauan Data Valas

Bank Indonesia (BI) dan Departemen Keuangan telah menyetujui penggunaan terintegrasi dan pemantauan data dan \ atau valuta asing terkait dengan impor dan ekspor melalui Sistem Informasi Pemantauan Devisa Terpadu Instan (SiMoDIS).

Direktur eksekutif departemen komunikasi bank sentral, Agusman Zainal, mengatakan perjanjian tersebut dibuat dalam MoU yang ditandatangani oleh Gubernur BI Perry Warjiyo dan Menteri Keuangan Sri Mulyani hari ini, Senin, 7 Januari 2019.

Agusman mengatakan sejak sistem berlaku pada 2012, kepatuhan eksportir dalam memenuhi devisa dari pendapatan ekspor (DHE) pendapatan telah meningkat dan mencapai 98,0 persen pada November 2018.

“Kinerja positif kepatuhan eksportir disebabkan oleh sinergi kebijakan yang kuat antara BI dan Kementerian Keuangan, serta dukungan dari sektor perbankan dan eksportir,” katanya dalam sebuah pernyataan tertulis pada Senin.

Menurutnya, SiMoDIS adalah langkah untuk memperkuat kebijakan DHE dengan mengintegrasikan informasi ekspor dan impor dan mensinergikan kebijakan pemerintah dan BI dalam ekspor dan impor secara instan.

“Secara teknis, SiMoDIS akan mengintegrasikan aliran dokumen, barang dan uang melalui dokumen ekspor dan impor dari Direktorat Bea dan Cukai dan data nomor identifikasi pajak (NPWP) dari Direktorat Jenderal Pajak dengan data ekspor masuk dan impor keluar dari sistem pesan transaksi keuangan dan bank valas, ”katanya.

Melalui integrasi ini, lanjutnya, SiMoDIS dapat memberikan informasi komprehensif terkait ekspor dan impor Indonesia untuk Kementerian Keuangan dan BI.

Agusman menyebutkan bahwa BI dan Kementerian Keuangan akan mendapat manfaat dari perjanjian tersebut, seperti meningkatnya jumlah dan kualitas data valas dari kegiatan ekspor, memperoleh informasi valas dari kegiatan impor, meningkatkan pendapatan hasil ekspor (DHE), mengoptimalkan pendapatan negara dalam bea cukai dan perpajakan , mengamankan informasi tentang profil kepatuhan eksportir dan importir di sektor valas dan bea cukai, “dan memperkuat pembentukan analisis bersama tentang valuta asing.”

BI dan Kementerian Keuangan, kata Agusman, berkomitmen untuk terus memperluas ikatan dalam mendukung dan mengoptimalkan pembuatan kebijakan dan penyelesaian tugas berdasarkan kewenangan masing-masing untuk memberikan kontribusi optimal untuk mendukung perekonomian Indonesia.

Check Also

Kakak Ahok Menolak Mengomentari Permintaan Maaf Ma’ruf Amin

Kakak Ahok Menolak Mengomentari Permintaan Maaf Ma’ruf Amin Fify Lety, seorang saudara perempuan dari mantan …