Friday , August 17 2018
Home > Mancanegara > BONUS LIBURAN DIHARAPKAN BISA MENINGKATKAN KONSUMSI RUMAH TANGGA
BONUS LIBURAN DIHARAPKAN BISA MENINGKATKAN KONSUMSI RUMAH TANGGA
BONUS LIBURAN DIHARAPKAN BISA MENINGKATKAN KONSUMSI RUMAH TANGGA

BONUS LIBURAN DIHARAPKAN BISA MENINGKATKAN KONSUMSI RUMAH TANGGA

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, peningkatan yang signifikan dari bonus Hari Raya Idul Fitri untuk pegawai negeri, personil militer, polisi dan pensiunan akan meningkatkan konsumsi, terutama di rumah tangga kelas menengah.

Dia mengatakan di Jakarta pada hari Kamis bahwa pemerintah telah mencoba untuk meningkatkan daya beli untuk keluarga berpenghasilan rendah melalui beberapa program sosial, termasuk dana desa dan bantuan non-tunai yang dikenal sebagai Program Keluarga Harapan (PKH).

“[Bonus liburan] untuk kelas menengah diperkirakan akan memicu [konsumsi],” kata Sri Mulyani di kantor Menteri Koordinator Ekonomi seperti dilansir kontan.co.id.

Pemerintah telah mengalokasikan Rp 35,76 triliun (US $ 2,5 miliar) untuk bonus liburan dan gaji ke-13, naik 68,9 persen dari angka tahun lalu.

Sri Mulyani mengatakan pencairan kedua bonus dan bantuan sosial diperkirakan akan mendorong pertumbuhan konsumsi pada kuartal kedua 2018. Pada kuartal pertama, konsumsi tumbuh 4,95 persen tahun ke tahun (yoy).

Dia mengatakan, bagaimanapun, bahwa pelayanannya tidak memperkirakan dampak dari bonus dan bantuan sosial pada pertumbuhan konsumsi.

“Kami belum membuat perhitungan, tapi saya berharap konsumsi akan tumbuh lebih tinggi daripada di kuartal pertama,” tambahnya.

Sri Mulyani mengatakan semua unit kerja sekarang mempersiapkan dokumen terkait dengan Peraturan Menteri Keuangan tentang bonus liburan untuk pencairan.

Check Also

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi telah berlangganan database e-journal ilmiah, yang dapat diakses oleh para peneliti, dosen universitas, mahasiswa, dan lembaga pemerintah non-kementerian secara gratis. Langganan, yang biaya Rp 14,82 miliar (US $ 1,01 juta) untuk tahun ini, diharapkan akan membantu akademisi Indonesia untuk menghasilkan penelitian ilmiah dan jurnal asli. Dalam rilis yang tersedia untuk berita pada hari Selasa, database yang dapat diakses universitas gratis termasuk EBSCO (pertanian plus, komputer dan ilmu terapan, sumber teknik), Cangage (bisnis dan ekonomi, pendidikan, ilmu sosial, humaniora dan seni) dan ProQuest (seni dan humaniora, ilmu biologi). Lembaga pemerintah non-kementerian dapat mengakses dua database: Ilmu Langsung (teknik, ilmu keputusan, ilmu lingkungan, ilmu sosial, energi, kimia, ilmu bumi dan planet, biokimia, genetika dan biologi molekuler) dan Scopus. Direktur kementerian untuk manajemen kekayaan intelektual, Sadjuga, mengatakan berlangganan akan membantu para akademisi untuk mendapatkan akses ke sumber utama referensi untuk penelitian mereka. Dia menambahkan bahwa dia berharap pemerintah akan menaikkan anggaran kementerian sehingga kementerian dapat berlangganan lebih banyak database dalam ilmu-ilmu strategis lainnya. Untuk mendapatkan akses ke database ini, peneliti dan dosen dapat meminta nama pengguna dan kata sandi dengan mengirim email ke helpdesk kementerian fasilitasjurnal@ristekdikti.go.id atau dengan mengakses http://simlitabmas.ristekdikti.go.id/ejournal/Default. aspx. Para dosen dan mahasiswa universitas juga dapat mengaksesnya menggunakan jaringan kampus mereka melalui perpustakaan universitas.

AKADEMISI INDONESIA TELAH DAPAT MENGAKSES DATABASE E-JOURNAL

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi telah berlangganan database e-journal ilmiah, yang dapat diakses oleh …