Uncategorized

BPTJ Meminta Kebijakan Ganjil-Genap karena Jakarta Berat Jammed

Kepala Badan Transportasi Greater Jakarta (BPTJ) Bambang Prihartono merekomendasikan pemerintah provinsi Jakarta untuk menerapkan kebijakan genap-genap seperti yang diterapkan selama Asian Games 2018.

Menurut Bambang, langkah itu perlu untuk mengurangi kemacetan dan polusi yang memburuk di ibukota.

“Setiap pagi, jajaran kendaraan yang melewati Tol Cawang menuju Semanggi mencapai Cibubur, dan kami telah memperpanjang skema contraflow hingga jam 10 pagi dari jam 9 pagi. Jam ini sudah parah, dan kami harus mengantisipasinya,” kata Bambang kepada Tempo, Juli 10.

Bambang menjelaskan pihaknya akan membahas proposal tersebut kepada pemerintah kota, serta tiga gubernur dan delapan bupati atau walikota di Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi).

Menurutnya, sosialisasi kebijakan trafik yang diperluas akan lebih mudah karena sudah diterapkan. “Jadi kita bisa menerapkan peraturan yang sama seperti di Asian Games,” tegas Bambang.

Selama acara multi-olahraga kontinental Agustus lalu, pemerintah Jakarta dan pemerintah kota lainnya memberlakukan kebijakan ganjil selama 15 jam sehari dari pukul 06: 00-21: 00. Kebijakan tersebut bertujuan mencegah atlet dari kemacetan ke dan dari lokasi pertandingan.

Rute yang terpengaruh juga diperpanjang, yaitu. Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan MH. Thamrin, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Sisingamangaraja, Jalan Jenderal Gatot Subroto, beberapa jalan Jalan Jenderal S Parman (persimpangan Slipi – persimpangan Tomang), Jalan MT Haryono, Jalan HR Rasuna Said, Jalan Jenderal DI Panjaitan, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Jalan Benyamin Sueb, Jalan Metro Pondok Indah, dan Jalan RA Kartini.

Leave a Reply