Uncategorized

Buat Orderan Fiktif Demi Poin Pihak Go-jek Rugi Rp 500 Juta

Buat Orderan Fiktif Demi Poin Pihak Go-jek Rugi Rp 500 JutaBuat Orderan Fiktif Demi Poin Pihak Go-jek Rugi Rp 500 Juta

Buat Orderan Fiktif Demi Poin Pihak Go-jek Rugi Rp 500 Juta

Buat Orderan Fiktif Demi Poin Pihak Go-jek Rugi Rp 500 Juta – Pada saat ini Polres Tangerang Selatan berhasil menangkap komplotan penipuan terhadap suatu aplikasi tuyul ojek online dalam aksinya, para tersangka melakukan sebuah order fiktif hingga merugikan aplikator. Total ada delapan tersangka yang ditangkap polisi. Mereka adalah Bima Alan Buana (24), Achmad Arif (28), Dian Azhari (31), Felix (21), Irfan (26), Madi Asmad (40), Siti Hodijah (34), dan Taufik Kurniawan (47).

Kapolres Tangerang Selatan AKBP Ferdi Irawan mengatakan kedelapan tersangka ditangkap di Jalan Yapen Raya, Kelurahan Rawa Mekar Jaya, Tangerang Selatan. Mereka ditangkap di sebuah warung kopi.

Sebuah modus operansi yang dilakukan para tersangka ini dengan cara, berbagi tugas untuk melaksanakan order fiktif ke Go-Car dan Go-Jek, yang mana mereka berperan seolah-olah ada pemesanan, tetapi sebenarnya tidak ada, terang AKBP Ferdi kepada wartawan di kantornya, Jalan Promoter, Serpong, Tangerang Selatan, pada hari Senin. Tersangka ini menggunakan aplikasi tuyul dan berbagi peran masing-masing dalam menjalankan aksinya. Ada yang berperan sebagai pengorder, ada juga yang menyiapkan perangkat untuk melancarkan aksi mereka.

Sebagai barang bukti yang disita dan diamankan adalah 28 handphone Android dengan berbagai macam merek handphone ini yang dipakai sebagai sarana untuk mengorder, melakukan kejahatan yang mereka lakukan. Lalu ada 1 perangkat laptop, 1 buah charger, 6 buah kartu ATM bank, tujuannya untuk menerima uang dalam bentuk tunai poin yang sudah didapat dari pemesanan fiktif yang mereka lakukan, papar Ferdi.

Tersangka-tersangka ini memasang aplikasi tuyul seolah-olah ada konsumen yang mengorder dari suatu tempat dengan menggunakan GPS palsu. Mereka menggunakan GPS palsu, sehingga itulah nanti yang terdata di sistemnya, seolah-olah mereka mendapat orderan, dan beberapa menit setelah mendapat orderan, seolah-olah mereka sudah pindah lokasi untuk menjemput orang yang memesan dan nanti pindah lagi seolah-olah sudah mengantar penumpang sesuai dengan alamat, lanjutnya.


Buat Orderan Fiktif Demi Poin Pihak Go-jek Rugi Rp 500 Juta – Kemudian para tersangka ditangkap setelah polisi menerima laporan dari pihak aplikator dan para tersangka dijerat dengan Pasal 35 juncto Pasal 51 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE dan Pasal 378 KUHP tentang Penipuan. Untuk sementara ini, pihak dari perwakilan Go-Jek, Alvita Chen, mengapresiasi polisi yang telah menangkap para pelaku. Alvita menegaskan tidak ada pembobolan sistem dalam kasus ini.

Yang terjadi bukan pembobolan sistem, tapi penyalahgunaan sistem yang merugikan tidak hanya Go-Jek, tapi juga mitra kami yang bekerja secara jujur, kata Alvita. Go-Jek sangat serius mencegah perbuatan curang sejauh ini Go-Jek telah menghentikan 90 persen order fiktif sebelum masuk ke sistem.

Saat ini kami juga dengan tegas melakukan tindakan proaktif dengan kepolisian setempat. Perlu diingat, penyalahgunaan sistem layanan kita bisa ditindak secara hukum dan kami serius akan hal ini. Kami akan terus melaporkan dan bekerja sama dengan kepolisian sehingga makin banyak sindikat order fiktif yang diungkap, paparnya.

Motif para pelaku semata-mata agar mendapatkan keuntungan berupa poin dari Go-Jek. Tujuan mereka adalah mengejar poin dari Go-Car dan Go-Jek. Poin yang mereka dapatkan, jika berhasil mendapatkan 30 poin dari pesanan Go-Jek, mereka akan mendapatkan dana cash back Rp 200 ribu, kalau mobil atau Go-Car, jika mendapat 21 poin, akan mendapatkan Rp 400 ribu, tutur Kapolres Tangerang Selatan AKBP Ferdi Irawan kepada wartawan di kantornya, Jalan Promoter, Serpong, Tangsel, pada hari Senin.


Buat Orderan Fiktif Demi Poin Pihak Go-jek Rugi Rp 500 Juta – AKBP Ferdi mengatakan para tersangka telah melakukan aksinya selama 3 bulan terakhir. Akibatnya, Go-Jek dirugikan hingga ratusan juta rupiah. Akibatnya, aplikasi Go-Jek dan Go-Car mengalami kerugian kurang-lebih Rp 500 juta, tutur Ferdi. Mereka ditangkap di sebuah warung kopi di Jalan Yapen Raya, Kelurahan Rawa Mekar Jaya, Tangerang Selatan, pada hari Jumat. Para tersangka membagi peran masing-masing.

Mereka sudah berbagi peran, ada yang menyiapkan HP, menyiapkan fake GPS, mengatur rute seolah-olah mereka berpindah tempat, ada yang mempersiapkan rekening untuk menampung uang cash back dari poin yang mereka kumpulkan, sambung Ferdi. Dalam satu hari, para tersangka bisa mendapatkan uang jutaan rupiah. Pengakuan mereka, sehari mereka mendapatkan Rp 3 juta, ucapnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Muharrom Wibisono mengatakan pihaknya menangkap para pelaku setelah menerima laporan dari pihak Go-Jek. Mereka sedang berkumpul, mengoperasikan aplikasi tersebut. Tertangkap tangan sama kita, ucap Wibisono. Saat ditangkap, para pelaku tidak melakukan perlawanan. Dari delapan tersangka, beberapa di antaranya ada yang memang driver Go-Jek.

Ada yang driver asli Go-jek, ada yang sopir biasa, ada yang pengangguran, jadi dari berbagai macam kalangan, imbuh Wibisono, lebih lanjut soal aplikasi untuk membuat order fiktif ini, tersangka memperolehnya dari internet. Di PlayStore juga ada, mungkin nanti kita akan berkoordinasi dengan kementerian terkait, kalau aplikasi itu sudah membuat kerugian besar untuk masyarakat, bisa dikategorikan untuk kategori ilegal, tandas Wibisono.

Leave a Reply