Wednesday , November 21 2018
Home > Inspirasi > BUI SQUAD GERAKAN SOSIAL DARI PENJARA UNTUK MEMBANTU SULAWESI
BUI SQUAD GERAKAN SOSIAL DARI PENJARA UNTUK MEMBANTU SULAWESI
BUI SQUAD GERAKAN SOSIAL DARI PENJARA UNTUK MEMBANTU SULAWESI

BUI SQUAD GERAKAN SOSIAL DARI PENJARA UNTUK MEMBANTU SULAWESI

BUI SQUAD GERAKAN SOSIAL DARI PENJARA UNTUK MEMBANTU SULAWESI

Banyak relawan tiba di Palu, Sulawesi Tengah, untuk membantu memulihkan tubuh dari gempa bumi, tsunami, dan pencairan tanah. Mereka juga membantu menyediakan makanan, minuman, pakaian, tenda, dan selimut bagi mereka yang selamat.

Sekelompok relawan menonjol dari yang lain dengan rompi oranye mereka. Di atas rompi mereka tertulis WBP Rutan Palu (anggota pusat penahanan Palu), menunjukkan bahwa mereka adalah sukarelawan narapidana dari Pusat Penahanan Palu.

Nudin Lasahido, koordinator narapidana sukarela, mengatakan kepada The Jakarta Post pada hari Jumat bahwa mereka diizinkan untuk meninggalkan pusat penahanan dari pagi sampai sore untuk membantu mereka yang selamat. Setelah itu, mereka kembali ke pusat penahanan.

Kami datang setiap pagi untuk membantu para korban, katanya.

Nudin mengatakan kelompok itu menyebut diri mereka Bui Squad (Prison Squad). Mereka membagikan makanan kepada orang-orang yang selamat di tempat penampungan sementara serta membantu membersihkan rumah dan lingkungan penduduk yang rusak akibat gempa dan tsunami.

Kantor Hukum dan Hak Asasi Manusia setempat telah mengizinkan mereka untuk melakukan pekerjaan sukarela. Saya berkoordinasi dengan teman-teman untuk berpartisipasi, kata Nudin, yang saat ini menjalani hukuman tujuh tahun.

Bui Squad bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) dan Yaskum Indonesia untuk mendistribusikan bantuan di tempat penampungan sementara.

Gempa bumi berkekuatan 7,4 SR dan tsunami yang melanda perairan di lepas pantai Donggala pada 28 September telah menewaskan lebih dari 2.100 orang di Palu, Sigi, Donggala dan Parigi Moutong.

Hampir 79.000 pengungsi masih tinggal di 112 tempat penampungan sementara di provinsi ini. Beberapa pengungsi yang rumahnya hanya rusak ringan dapat kembali ke rumah tetapi menolak melakukannya karena takut gempa susulan.

Bencana juga merusak fasilitas pemasyarakatan di Palu, Donggala dan Sigi, memaksa lebih dari seribu narapidana melarikan diri dari penjara. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian mencatat bahwa pada 20 Oktober, 736 tahanan belum kembali, 238 di antaranya berasal dari pusat penahanan Palu.

Malahayati, seorang yang selamat yang tinggal di tempat penampungan di desa Maku di Kabupaten Sigi, berterima kasih kepada para relawan meskipun mereka memiliki sejarah kriminal. Mereka mungkin memanggil Anda penjahat, tetapi bagi kami Anda adalah malaikat, katanya kepada para sukarelawan.

Check Also

MELECEHKAN ORANG AKTIFIS MALAH BANTU MINTA AMNESTI KEPADA PRESIDEN

MELECEHKAN ORANG AKTIFIS MALAH BANTU MINTA AMNESTI KEPADA PRESIDEN

MELECEHKAN ORANG AKTIFIS MALAH BANTU MINTA AMNESTI KEPADA PRESIDEN Presiden Joko “Jokowi” Widodo mengatakan bahwa …