Saturday , September 22 2018
Home > Inspirasi > Bukti Bahwa Belanda Tidak Menerima Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945
Bukti Bahwa Belanda Tidak Menerima Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945
Bukti Bahwa Belanda Tidak Menerima Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945

Bukti Bahwa Belanda Tidak Menerima Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945

Bukti Bahwa Belanda Tidak Menerima Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945 -Selama 350 tahun sebelumnya VOC atau perusahaan dagang Belanda dan pemerintahannya berkuasa di Tanah Air serta pendudukan jepang selama perang dunia kedua. Indonesia menyatakan kemerdekaanya atas penjajahan Belanda pada hari ini 73 tahun lalu.

Saat Soekarno membacakan teks Proklamasi, Belanda bersikeras ingin kembali menguasai Indonesia. Perang revolusi tercatat menewaskan lebih dari 300 ribu orang Indonesia dan 6.000 orang di pihak Belanda.

dengan jalan apa sebenarnya belanda melihat kejadian perang revolusi di Indoensia?

Dikutip dari lama the Conversation, Rabu 15/08/, Ilmuwan sosial di bidang studi belanda, Annemarie Toebosch dari Universitas Michigan, Amerika Serikat menuliskan ulasannya.

Menurut dia Belanda mengabaikan penderitaan rakyat Indonesia pada perang revolusi atau perang kemerdekaan 1945-1949. Alasannya adalah perang kemerdekaan 1945-1949 diakhir dengan pernjanjian Konferensi Meja Bundar pada 1949 yang salah satu syaratnya adalah Indonesia mengambil alih utang-utan pemerintahan Hindia Belanda dan harus membayar kepada pemerintahan Belanda senilai 4,3 gulden untuk kemerdekaan. Pembayaran itu berlangsung hingga 2002.

Bukti Bahwa Belanda Tidak Menerima Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945

Perjuangan untuk keadilan sejarah bagi rakyat Indonesia masih terus diupayakan hingga hari ini. Salah satunya melalui hari Peringatan Belanda, 4 Mei. Dimana adalah hari ketika Belanda mengenang korban Perang Dunia Kedua dan sesudahnya. hari tersebut diperingati dengan mengheningkan cipta secara nasional selama dua menit dan Raja serta Ratu Belanda menaruh karangan bungan di tugu peringatan.

Tetapi rakyat Indonesia yang berperang melawan Belanda dan gugur dalam perang kemerdekaan 1945-1949 tidak diperingati dalam acara tersebut. Meski pada 1945-1949 itu belanda menganggap mereka masih berkuasa di Indonesia.

Hari peringatan Belanda memang bukan menjadi hari saat perjuangan rakyat Indonesia yang gugur dalam perang diabaikan. Butuh beberapa dekade, Contohnya bagi korban warga Belanda dalam peristiwa Holocoust untuk dikenang di hari nasional tersebut.

Hari ini ada gerakan No May 4, For Me yang memprotes pengabaian korban tewas dari pihak Indonesia pada perang kemerdekaan.

Belanda secara resmi tidak mengakui kemerdekaa Indonesia pada 1945. Mereka baru mengakuinya pada 1949 ketika perjanjian Konferensi Meja Bundar pada 1949.

Kenapa belanda tidak mau menerima kemerdekaan Indonesia pada 1945? Jawabannya adalah sebab Belanda menganggap pada saat itu Indonesia belum mereka dan masih dikuasi Belanda. Artinya jika Belanda menerima kemerdekaan Indonesia 1945 itu artinya Belanda Menyerang sebuah negara yang bedaulat setelah Perang Dunia Kedua. Belanda berperang dengan Indonesia pada 1945-1949 untuk kembali berkuasa. Peristiwa pembantaian pada masa itu menurut Belanda adalah `tindakan polisi` belaka, bukan kejahatan peran, seperti yang dijelaskan dalam buku Ady Setyawan dan Marjolein Van Pagee ang akan diluncurkan.

Bukti Bahwa Belanda Tidak Menerima Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945

Menurut sejarah resmi versi Belanda, Indonesia masih merupakan negara Belanda ketika masa `tindakan polisi` dan pembunuhan pada waktu itu bukanlah kejahatan perang melainkan penegakan hukum yang berlebihan.

Pada kenyataannya `tindakan polisi` itu yang melakukan bukanlah polisi melainkan tentara kerajaan Belanda.

Komite hari Peringatan Belanda menulis sejarah tentang peristiwa itu sebagai `tindakan polisi`. Tetapi konflik dalam masa tersebut kerap ditulis sebagai tindakan militer. Ini suatu hal inkonsistensi.

Dalam masa yang dinilai tindakan polisi, Belanda merebut sejumlah wilayah Indonesia dan menyatakannya sebagai daerah kekuasan Belanda, “tercatat di pernyataan dalam pesan sejarah tersebut.

Dengan kata lain Belanda menganggap korba tewas di pihak Indonesia dibunuh oleh aparat, Bukan kejadian perang. Tetapi pada waktu yang sama Belanda tidak mau memperingati untuk para korban yang tewas.”warganya sendiri”

Inti permasalahan dari semua kejadian tersebut merupakan diskriminasi ras. Negara Belanda enggan menyerahkan status kewarganegaraan untuk rakyat Indonesia asli maupun pribumi dalam waktu penjajahan.

Check Also

Astronot Kanada Menjadi Orang Pertama Ke Planet Mars

Astronot Kanada Menjadi Orang Pertama Ke Planet Mars

Astronot yang bepergian melalui ruang angkasa dalam perjalanan panjang ke Mars tidak akan memiliki cadangan …