EkonomiNews

CEO INALUM: PROSES DIVESTASI FREEPORT INDONESIA SUDAH TAHAP AKHIR

CEO INALUM: PROSES DIVESTASI FREEPORT INDONESIA SUDAH TAHAP AKHIRCEO INALUM: PROSES DIVESTASI FREEPORT INDONESIA SUDAH TAHAP AKHIR

CEO INALUM: PROSES DIVESTASI FREEPORT INDONESIA SUDAH TAHAP AKHIR – CEO Indonesia Aluminium (Inalum) Budi Gunadi Sadikin, selaku kepala induk perusahaan tambang negara, mengatakan proses divestasi PT Freeport Indonesia saat ini berada pada tahap terakhir.

“Ya, kami hanya menangani divestasi sekarang. Saat ini, prosesnya sudah mencapai tahap akhir,” kata Budi kepada wartawan di Bogor, Sabtu, 14 April 2018.

Namun Budi tidak memberikan rincian terkait tahap akhir divestasi tersebut. Budi juga tidak menjelaskan tentang langkah negosiasi selanjutnya, atau tentang tahap akhir negosiasi yang telah disebutkan sebelumnya.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan, mengatakan bahwa divestasi 51 persen PT Freeport Indonesia ditargetkan akan selesai pada April 2018, sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo. “Instruksi Presiden adalah, jika memungkinkan, divestasi PT Freeport Indonesia harus selesai sebelum akhir April [2018]. Telah dievaluasi dan semuanya. Tentu saja, Kementerian ESDM telah menyelesaikan draf final Penambangan Khusus. Izin, “kata Jonan awal Maret 2018.

Divestasi 51 persen saham PT Freeport Indonesia merupakan implementasi dari Peraturan Pemerintah No. 1 tahun 2017 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Pemerintah No. 23 tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara. Terkait dengan mekanisme pembelian saham yang didivestasi, Jonan menjelaskan bahwa pemerintah akan membeli saham dari bunga partisipasi Rio Tinto, sementara sisanya akan dibeli dengan menggunakan saham PT Freeport McMoran yang tergabung dalam PT Indocopper.

“Kami akan membeli saham dengan harga yang paling normal hingga kepemilikan saham pemerintah mencapai sesuai dengan instruksi Presiden, yaitu 51 persen. Pertama, kami akan mengambil alih partisipasi bunga Rio Tinto sebesar 40 persen, yang akan dikonversi menjadi saham, dan sisanya akan diperoleh dari kepemilikan saham PT Freeport McMoran di PT Indocopper Investama, “kata Jonan.

Jonan juga menjelaskan mengapa pemerintah tidak menunggu untuk mendapatkan kepemilikan Freeport hingga akhir kontrak. “Jika kita menunggu hingga 2021, kemudian mengambil alih, kita harus membayar setidaknya nilai buku semua investasi Freeport, bukan nilai tambang,” Jonan menjelaskan.

Leave a Reply