Health & Fitness

Dalam Acara Gerak Jalan Sehat Perserta Jalan Tewas

Dalam Acara Gerak Jalan Sehat Perserta Jalan TewasDalam Acara Gerak Jalan Sehat Perserta Jalan Tewas

Dalam Acara Gerak Jalan Sehat Perserta Jalan Tewas

Dalam Acara Gerak Jalan Sehat Perserta Jalan Tewas – Dalam acara gerak jalan bernama Sukron (48), seorang peserta dari lomba Peraturan Baris-berbaris (PBB) Kota Pasuruan ambruk di jalan. Warga Jalan Patiunus, Krampyangan, Bugulkidul, ini dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis. Pada peristiwa kejadian ini terjadi di Jalan Patiunus, sekitar 3 kilometer dari garis start di GOR Untung Suropati, Jalan Sultan Agung. Pada saat itu korban yang berada di barisan terdepan regu 126 merupakan pemberi aba-aba.

Sampai di lokasi, korban tiba-tiba ambruk dan semua anggota regu terkejut lalu mereka panik dan mencoba memberikan pertolongan dan salah seorang memanggil ambulans PMI yang kebetulan berada tak jauh dari lokasi dan korban kemudian dilarikan ke IGD RSUD dr R Soedarsono. Namun nyawanya tak tertolong. Korban menghembuskan nafas terakhir dalam perjalanan.

Pada awalnya regu ini jalan dan kemudian korban memberi aba aba langkah tegap. Saat langkah tegap, pada beberapa langkah, korban jatuh dan kebetulan ambulans PMI nggak jauh sehingga korban langsung dibawa ke rumah sakit. Dalam perjalanan ke IGD, korban meninggal, kata Ketua Panitia Lomba PBB memperingati HUT RI ke-74, Kota Pasuruan, Yohanes, di rumah duka, pada hari Rabu.

Bapak Yohanes mengatakan, korban memiliki sejumlah riwayat penyakit. Sebelum berangkat, istri dan anak-anaknya sempat melarangnya mengikuti acara tersebut. Korban punya mempunyai riwayat penyakit. Pada malam hari kondisinya sudah tak sehat, kata keluarganya. Keluarga sudah sempat melarang ikut acara tersebut, tapi korban tetap ikut, kudu melok kesempatan terakhir ini kudu melok harus ikut ini kesempatan terakhir harus ikut dia bilang gitu saat dilarang ikut, terang Yohanes.

Dalam riwayat penyakit korban ini juga diungkapkan sahabatnya, bapak Sumarsono. Menurut dari bapak Sumarsono, korban menderita asam urat, darah tinggi, dan kolesterol. Beliau sendiri mempunyai penyakit komplikasi. Saya tahu karena beliau ketua saya di Komunitas Tenos atau Tembang Nostalgia Pasuruan, saya sekretarisnya, kata Sumarsono di rumah duka.

Kepala Disporabud Kota Pasuruan Hardi Utoyo, mengatakan, pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak untuk di visum. Meski demikian, sebagai penyelenggara lomba PBB, pihaknya akan melakukan evaluasi pada saat pendaftaran. Tentunya akan ada evaluasi ya. Sebenarnya kalau jarak itu sudah standard. Tapi tentu ada evaluasi, terangnya.

Leave a Reply