Monday , October 22 2018
Home > Gaya hidup > Darmin Nasution Menjelaskan Kesenjangan Data Pada Kebutuhan Stok Beras
Darmin Nasution Menjelaskan Kesenjangan Data Pada Kebutuhan Stok Beras

Darmin Nasution Menjelaskan Kesenjangan Data Pada Kebutuhan Stok Beras

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, pemerintah akan segera mengoreksi kesenjangan data yang dirilis oleh lembaga tentang kebutuhan dan stok beras seperti yang diperintahkan oleh Presiden Joko `Jokowi` Widodo.

Darmin mengatakan, strategi itu disampaikan untuk menyelesaikan polemik antara Direktur Utama Badan Urusan Logistik (Bulog) Budi Waseso dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita sehubungan dengan impor beras.

“Saya masih mencari kesempatan untuk mengadakan pertemuan dengan Menteri Pertanian, Menteri Perdagangan, dan Bulog,” kata menteri di Kantor Presiden, Kamis, 20 September.

Darmin menjelaskan data produksi beras dan kebutuhan nasional yang dimiliki oleh dua lembaga, yaitu Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Pertanian. Namun sayangnya, data itu tidak sinkron sehingga pemerintah tidak bisa meninjau tren kebutuhan beras dalam kurun waktu tertentu.

Data yang dikeluarkan oleh Kementerian Pertanian menunjukkan surplus produksi beras meskipun bertentangan dengan kondisi di masyarakat. “Setiap tahun, produksi beras mengalami surplus 11 juta ton, tetapi kemana perginya beras? BPS akan memeriksanya, ”tambahnya.

Sementara itu, Kementerian Perdagangan mengeluarkan rekomendasi untuk mengimpor beras hingga 1,8 juta ton dalam tiga tahap tahun ini. Izin impor pertama dan kedua telah dikeluarkan pada bulan Februari dan Mei, masing-masing sebesar 500.000 ton beras, sedangkan yang terakhir untuk rilis pada bulan Juli telah kadaluwarsa.

Namun, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, izin ketiga untuk mengimpor beras diperpanjang hingga September 2018 seperti diminta oleh Bulog.

“Kami telah mengeluarkan rekomendasi untuk mengimpor beras berdasarkan rapat koordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Jadi terserah Bulog untuk menggunakannya atau tidak, ”kata Enggartiasto pada Rabu, 19 September.

Di sisi lain, Kepala Bulog Budi Waseso mengklaim stok beras saat ini cukup sehingga pemerintah tidak perlu mengimpor komoditas. Bulog, katanya, telah menerima pasokan beras yang melimpah dari penyerapan produksi dalam negeri dan pengadaan luar negeri.

Check Also

PBB Mengizinkan Palestina Bertindak Seperti Anggota Penuh

PBB Mengizinkan Palestina Bertindak Seperti Anggota Penuh

Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa yang beranggotakan 193 orang pada hari Selasa memungkinkan Palestina untuk bertindak …