Monday , January 21 2019
Home > News > DEBAT PEMILU MENJADI SOROTAN PUBLIK
DEBAT PEMILU MENJADI SOROTAN PUBLIK

DEBAT PEMILU MENJADI SOROTAN PUBLIK

DEBAT PEMILU MENJADI SOROTAN PUBLIK – Para pemilih telah menyatakan tanggapan beragam atas keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk memberikan pasangan calon pasangan daftar pertanyaan sebelum debat pemilihan pertama pada minggu depan.

Sementara pihak KPU dan dua kubu saingan telah memutuskan untuk memberlakukan kebijakan tersebut, beberapa pemilih berpendapat bahwa hal itu akan menghalangi mereka menilai kualitas kandidat yang sebenarnya selama debat pemilu.

Desta, seorang desainer grafis berusia 34 tahun, mengatakan dia ingin menonton debat untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang para kandidat. Dia terutama ingin belajar tentang sikap para kandidat tentang masalah-masalah tertentu sebelum hari pemungutan suara di bulan April 2019 mendatang.

Namun, dia lebih suka bahwa para kandidat tidak tahu pertanyaan sebelumnya, sehingga jawaban mereka akan lebih asli.

Daftar pertanyaan dapat diberikan untuk mencegah kedua kubu saling menyerang selama debat, tetapi tidak ada yang benar-benar dapat menjamin bahwa hal seperti itu akan terjadi, kata Desta pada pada hari Selasa 8 Januari 2019.

Salah satu sifat yang harus dimiliki seorang pemimpin adalah mental yang kuat dan dia harus bisa tetap tenang di bawah tekanan, dia melanjutkan, Jika seseorang tidak dapat menangani serangan, mengapa dia harus bercita-cita menjadi seorang pemimpin?

DEBAT PEMILU MENJADI SOROTAN PUBLIK – Nadia Khairani, berusia 25 tahun, juga berbagi pandangan Desta, mengatakan dia khawatir debat itu akan berubah menjadi pertunjukan duniawi, dengan asumsi bahwa tim kampanye kedua kubu akan dengan hati-hati menyiapkan jawaban untuk setiap pertanyaan.

Namun demikian, Nadia Khairani mengatakan bahwa dia masih berencana untuk menyaksikan debat mendatang antara Bapak Joko Widodo atau yang akrab disapa Pak Jokowi dan Kiai Ma’ruf Amin dan penantangnya Bapak Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Peristiwa masih penting untuk meyakinkan pemilih tentang siapa yang akan dipilih dalam pemilihan presiden pada bulan April, katanya.

Baca Juga : Presiden Jokowi Menunjuk Jenderal Doni Monardo Sebagai Kepala Badan Baru BNPB

Tidak semua pemilih berpikir itu adalah ide yang buruk untuk menyerahkan daftar pertanyaan kepada para kandidat sebelum debat yang sebenarnya terjadi. Fuad Tri, berusia 28 tahun, mengatakan debat itu bisa berubah menjadi perang fakta dan data, yang bisa menjadi hal yang baik.

Debat pemilihan pertama, dijadwalkan pada tanggal 17 Januari di Hotel Bidakara di Jakarta Selatan, akan membahas hukum, hak asasi manusia, korupsi dan terorisme.

Enam panelis terkemuka yang terlibat dalam menyiapkan pertanyaan termasuk Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Bapak Ahmad Taufik Damanik, mantan ketua Mahkamah Bapak Agung Bagir Manan dan pakar hukum internasional Bapak Hikmahanto Juwana.

DEBAT PEMILU MENJADI SOROTAN PUBLIK – Panelis yang tersisa terdiri dari ahli hukum konstitusional Ibu Bivitri Susanti, analis hukum Margarito Kamis dan ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Agus Rahardjo, meskipun Agus tidak akan menghadiri debat untuk melindungi martabat KPK sebagai badan independen.

Debat akan dibagi menjadi enam segmen, di mana segmen kedua hingga kelima akan mencakup pertanyaan dan jawaban. Calon akan mempresentasikan visi mereka di yang pertama dan memberikan pernyataan penutupan di segmen keenam, kata Ketua KPU Bapak Arief Budiman.

Di segmen kedua dan ketiga, para kandidat pemilu akan menjawab pertanyaan-pertanyaan dari panelis, yang akan diberikan secara acak dari daftar pertanyaan yang diberikan kepada para kandidat beberapa hari sebelum debat. Akan ada lima pertanyaan di setiap segmen.

Setiap pasangan calon akan mempertanyakan saingan mereka selama segmen keempat dan kelima. Kedua kubu telah menjaga kerahasiaan pertanyaan satu sama lain, kata Pak Arief.

Di segmen keempat dan kelima kedua pasangan juga akan menanggapi jawaban satu sama lain, sehingga harapan publik untuk para kandidat yang menjawab pertanyaan yang tidak diketahui dalam debat dapat dipenuhi, kata Arief Budiman.

DEBAT PEMILU MENJADI SOROTAN PUBLIK – Baik tiket Jokowi-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyambut baik rencana pihak KPU untuk memberi mereka daftar pertanyaan dari para panelis saat mereka bersiap-siap untuk mempersiapkan debat pertama pada minggu depan.

Ma’ruf Amin mengatakan dia telah membuat persiapan dengan tim ahli dari koalisinya, menambahkan bahwa bahkan dengan daftar pertanyaan sebagai referensi, itu tidak akan menjadi perdebatan yang mudah. Ada banyak pertanyaan, kami tidak tahu mana yang akan kami tanyakan pada hari H, katanya.

Wakil ketua tim kampanye Prabowo, Bapak Priyo Budi Santoso sependapat dengan Kiai Ma’ruf Amin, dengan mengatakan bahwa daftar itu hanya menyebutkan pertanyaan umum.

Yang paling penting adalah bahwa kedua pasangan calon dapat menjelaskan dan mengeksplorasi visi mereka selama debat, katanya.

Publik dapat menyaksikan debat pada tanggal 17 Januari 2019 secara langsung di beberapa stasiun televisi, termasuk TVRI, Kompas TV dan RTV, serta mendengarkan di stasiun radio nasional RRI.

Check Also

Pembebasan Baasyir Bukan Hadiah Dari Presiden Jokowi Ucap Pengacaranya

Pembebasan Baasyir Bukan Hadiah Dari Presiden Jokowi Ucap Pengacaranya

Pembebasan Baasyir Bukan Hadiah Dari Presiden Jokowi Ucap Pengacaranya – Tim hukum yang mewakili ulama …