Thursday , December 13 2018
Home > News > Dedi Mulyadi Tidak Setuju Jika Debat Capres Dan Cawapres Ditiadakan
Dedi Mulyadi Tidak Setuju Jika Debat Capres Dan Cawapres Ditiadakan
Dedi Mulyadi Tidak Setuju Jika Debat Capres Dan Cawapres Ditiadakan

Dedi Mulyadi Tidak Setuju Jika Debat Capres Dan Cawapres Ditiadakan

Dedi Mulyadi Tidak Setuju Jika Debat Capres Dan Cawapres Ditiadakan – Ketua Tim Pemenangan Jokowi-Ma’ruf Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan debat capres dan cawapres harus tetap dilaksanakan. Pasalnya debat tersebut akan menjadi forum pembuktian gagasan milik para calon pemimpin bangsa Indonesia. Pernyataan ini menanggapi usulan Calon Wakil Presiden Sandiaga Salahudin Uno. Sandi mengusulkan debat cukup diganti dengan acara sumbang saran.

“Bagaimana kita mengetahui solusi mereka tentang problematika bangsa tanpa debat?. Forum debat itu kan untuk melahirkan gagasan terbaik dari berbagai dimensi kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata Dedi di kediamannya, Desa Sawah Kulon, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Purwakarta, Senin (24/9).

Dedi Mulyadi Tidak Setuju Jika Debat Capres Dan Cawapres Ditiadakan – Menurut Dedi sendiri, kebiasaan yang harus diubah bukan debat capres atau cawapres. Akan tetapi, kegemaran tim kandidat yang sering mengerahkan para pendukung ke dalam arena debat. Menurut dirinya, pendukung tersebut tidak seharusnya hadir dalam forum debat resmi yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum Pusat ( KPU Pusat ).

“Debat itu kan biasanya disiarkan melalui televisi nasional. Media online juga pasti meliput. Artinya, pada pendukung cukup menonton melalui siaran televisi di rumah atau di posko pemenangan. Jadi, gak perlu berduyun-duyun ke arena debat,” ujarnya. Bila pun harus ada penonton di arena debat tersebut, harusnya mereka itu berasal dari kalangan yang memiliki kualifikasi pengatahuan yang cukup akan hal yang terjadi di tanah air.

Dedi Mulyadi Tidak Setuju Jika Debat Capres Dan Cawapres Ditiadakan – Mereka yang memiliki pendidikan dan mengerti tentang tema dan konten  yang tengah diperdebatkan adalah orang yang cocok untuk menjadi para penonton bukannya para pendukung dari kedua belah pihak. “Misalnya, saat debat tentang tema ekonomi, maka yang hadir di arena debat itu para usahawan. Ketika debat dengan tema kebudayaan, maka yang hadir adalah para budayawan dan pelaku seni. Ketika debat dengan tema pertanian dan kelautan, maka yang hadir itu petani dan nelayan,” katanya.

Mantan Bupati Purwakarta dua periode itu juga menegaskan menonton debat tidak sama dengan menonton pertandingan sepak bola. Maka dari itu dirinya pun meminta kepada semua pihak pendukung kandidat agar tidak menghadirkan pendukung fanatik ke arena debat. “Gak perlu tim hore yang fanatik itu masuk ke arena debat. Kalau mereka yang hadir itu paham materi dan konten, nanti tepuk tangan mereka bukan untuk salah satu. Akan tetapi, kedua pasangan kandidat itu sama-sama mendapatkan tepuk tangan, katanya.

Esensi nilai dan materi menurut Dedi, jauh lebih penting dibandingkan dengan kegaduhan yang kerap hadir dalam arena debat. Karena itu, dia mengajak semua pihak untuk selalu menghadirkan suasana sejuk dan teduh dalam berbagai kesempatan. “Keriuhan dan kegaduhan itu bukan watak politik beradab dalam demokrasi Pancasila. Maka kita bikin teduh dan sejuk saja,” tuturnya.

Baca juga ; Amien Rais Ingatkan Prabowo Bahwa Bantuan Asing Adalah Aib 

Check Also

Sering Ditantang Berkelahi Siswa SMP Tikam Bocah SD Di Makassar

Sering Ditantang Berkelahi Siswa SMP Tikam Bocah SD Di Makassar

Sering Ditantang Berkelahi Siswa SMP Tikam Bocah SD Di Makassar – Motif penikaman yang dilakukan oleh …