Gaya hidupKesehatan

Demi Lingkungan Sehat Gubernur Jatim Mata-matai Pembuang Sampah Disungai

Demi Lingkungan Sehat Gubernur Jatim Mata-matai Pembuang Sampah DisungaiDemi Lingkungan Sehat Gubernur Jatim Mata-matai Pembuang Sampah Disungai

SARANANKRI – Demi Lingkungan Sehat Gubernur Jatim Mata-matai Pembuang Sampah Disungai – Demi masa depan yang ada kebiasaan masyarakat yang membuang sampah diapers atau popok bekas pakai ini langsung buang ke sungai ternyata masih sering dilakukan masyarakat Jawa Timur. Hal ini yang ditemui Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat bersih-bersih Sungai Brantas, pada hari Minggu. Untuk itu, Khofifah memerintahkan Dinas Kominfo memasang CCTV di beberapa area. Hal ini untuk menangkap para pelaku pembuang popok di sungai. Selain itu, langkah ini diambil agar para pelaku jera.

Kita akan memasang CCTV di Jembatan Karang Pilang. Tujuannya untuk edukasi sosial bagi masyarakat supaya tidak terus membuang popok ke sungai, kata Khofifah di Surabaya, pada hari Rabu. Menurut Khofifah, langkah ini cukup efektif dalam memberikan efek jera ke masyarakat. Nantinya, setiap minggu rekaman CCTV ini akan dibagikan ke media massa dan media sosial. Gubernur Khofifah ingin para pembuang popok sembarangan ini mendapat sanksi sosial.

Baca Juga : Perdanganan Orang Berdahli Sebagai Salon Polisi Sudah Tangkap Boss Salon

Demi Lingkungan Sehat Gubernur Jatim Mata-matai Pembuang Sampah Disungai – Khofifah juga meminta kepada Dinas Kominfo memasang CCTV yang dilengkapi pengeras suara. Pengeras suara tersebut langsung terkoneksi dengan operation room yang bisa digunakan untuk mengingatkan masyarakat yang membuang popok ke sungai Brantas. Saya meminta Kominfo untuk segera pasang CCTV di jembatan Karang Pilang, tidak hanya CCTV, tapi juga dilengkapi dengan pengeras suara yang terkoneksi, imbuh Khofifah.

Selain itu, dari data BPS yang ada, Khofifah menyebut konsumsi popok sebanyak 2,2 juta. Sementara 1,2 juta sampahnya dibuang ke sungai. Data BPS mengatakan konsumsi popok Jawa Timur ada sebanyak 2,2 juta. Nah 1,2 juta dari jumlah itu sampahnya dibuang masyarakat ke sungai, ini dampaknya kompleks, tambah Khofifah.

Demi Lingkungan Sehat Gubernur Jatim Mata-matai Pembuang Sampah Disungai – Gubernur wanita pertama di Jatim itu melanjutkan, dampak yang cukup besar justru terjadi pada keanekaragaman sungai. Pembuangan limbah popok bisa merusak habitat ikan dan pencemaran sungai. Di tahun ini saja, Khofifah menemukan kejadian ikan mati massal selama empat kali di DAS Brantas. Khofifah juga menyesalkan banyaknya ikan yang ditemui intersex atau berkelamin ganda. Saat diteliti, dalam ikan tersebut terkandung gel dari popok bekas yang mengakibatkan ikan menjadi intersex.

Sangat mungkin, kemungkinan kandungan gel dari popok yang sangat dominan, 20% ikan mengalami interseks. 80% ikan itu mengandung gel di dalam perutnya, pungkasnya. Selain terekam CCTV, warga yang membuang popok di Kali Brantas juga akan diberi teguran dengan pengeras suara dan akan di berikan peringatan untuk warga yang membuang sampah di sungai Brantas. Kemudian warga yang terbukti melanggar akan dipermalukan di media sebagai sanksi sosial mejaga lingkungan Hidup.

Demi Lingkungan Sehat Gubernur Jatim Mata-matai Pembuang Sampah Disungai – Untuk mengurangi kebiasaan masyarakat membuang sampah popok bekas di Sungai Brantas, Pemprov Jatim akan memasang CCTV. Nantinya ada tujuh CCTV yang akan dipasang di Jembatan Karang Pilang Surabaya. CCTV ini akan langsung terhubung dengan Command Center di Kantor Dinas Kominfo Jatim. Selain itu, area pemasangan CCTV ini nantinya juga dilengkapi dengan speaker aktif.

Kepala Dinas Kominfo Jatim Ardo Sahak menambahkan, speaker ini difungsikan untuk memperingatkan masyrakat yang hendak membuang popok bekas, agar tak jadi melakukan hal tersebut. Ada tujuh CCTV. Nah nanti kita kuatkan kalau CCTVnya CCTV itu kan hanya untuk melihat atau memantau saja. Tapi nanti ada edukasi kita nanti kita pasang speaker, loudspeaker, yang terkoneksi dengan command center bisa kita komando dari situ, kata Ardo saat dihubungi wartawan di Surabaya, pada hari Rabu.

Demi Lingkungan Sehat Gubernur Jatim Mata-matai Pembuang Sampah Disungai – Selain itu, Ardo menambahkan konsepnya nanti juga bisa dengan sistem otomatis. Misalnya speaker itu akan berbunyi setiap 10 hingga 15 menit untuk mengingatkan masyarakat agar tak membuang popok atau sampah maupun limbah di sungai-sungai. Atau juga dengan sistem automatically, mungkin nanti misalkan dia setiap 10 menit atau 15 menit memberikan peringatan yang mengedukasi, lanjutnya.

Sebelumnya Khofifah juga ingin merilis video pelanggaran warga tersebut ke media massa dan media sosial. Menurut Ardo, itu merupakan bagian dari proses edukasi untuk masyarakat. Jadi gini, harapannya Ibu memang demikian nanti sistem kita nanti akan sampai ke situ. Nanti siapa yang membuang itu kan akan kelihatan. Rilisnya ibu itu akan lebih ke Ini lho masih ada masyarakat yang membuang sampah misalnya, paparnya. Ardo mengatakan, sanksi yang akan diberikan berupa sanksi sosial. Tapi itu tidak untuk menghukum, tidak. Tidak seperti orang mencuri, tidak begitu, tidak ditangkap tapi lebih ke mengedukasi, pungkas Ardo.

Demi Lingkungan Sehat Gubernur Jatim Mata-matai Pembuang Sampah Disungai – Sudah lebih dari dua minggu Pemprov Jatim memasang CCTV di Jembatan Karangpilang Surabaya. CCTV ini untuk mengintai masyarakat yang membuang sampah popok bekas pakai ke sungai. Seberapa efektifkah CCTV tersebut? Kepala Dinas Kominfo Jatim Ardo Sahak mengatakan pemasangan CCTV ini cukup efektif untuk menghilangkan kebiasaan buruk masyarakat yang biasa membuang sampah atau limbah ke sungai. Dari hasil pemantauan saat ini, Ardo menyatakan sudah tak terlihat lagi masyarakat yang membuang sampah popok bekas atau sampah di sungai-sungai.

Syukur alhamdulillah dari evaluasi kita satu bulan, ini bukan hanya pendapat saya. Tapi masyarakat sendiri bisa melihat ke lapangan, dan membuktikan sendiri. Dari hasil pantauan kita, alhamdulillah orang yang membuang sampah sudah tidak ada lagi, kata Ardo saat dihubungi wartawan di Surabaya, pada hari Rabu. Ardo menambahkan jumlah masyarakat yang membuang sampah popok bekas di sungai memang sudah berkurang. Bahkan terpantau CCTV sudah tidak terlihat lagi.

Demi Lingkungan Sehat Gubernur Jatim Mata-matai Pembuang Sampah Disungai – Berkurangnya kebiasaan masyarakat ini juga diikuti sosialisasi pemprov yang menyebut rekaman CCTV para pembuang popok di sungai akan disebarluaskan di media sosial. Sudah berkurang, bahkan insyaallah sudah tidak ada lagi, lanjut Ardo. Sementara itu, Ardo tak menyangka alat kecil tersebut bisa digunakan untuk mengubah kultur masyarakat menjadi lebih baik.

Temen-temen belum menemukan ada yang ketangkap itu. Kami selalu pantau itu. Syukur alhamdulillah dengan adanya alat yang sederhana seperti itu bisa mengubah kultur masyarakat. Kan berakibat baik bagi masyarakat, tandas Ardo. Kepala Dinas Kominfo Jatim Ardo Sahak mengatakan pemasangan CCTV ini cukup efektif untuk menghilangkan kebiasaan masyarakat. Dari hasil pemantauan, Ardo menyatakan sudah tak terlihat lagi masyarakat yang membuang sampah popok bekas di sungai.

Demi Lingkungan Sehat Gubernur Jatim Mata-matai Pembuang Sampah Disungai – Syukur alhamdulillah dari evaluasi kita satu bulan, ini bukan hanya pendapat saya. Tapi masyarakat sendiri bisa melihat ke lapangan, dan membuktikan sendiri. Dari hasil pantauan kita, alhamdulillah orang yang membuang sampah sudah tidak ada lagi, kata Ardo saat dihubungi oleh wartawan di Surabaya, pada hari Rabu. Ardo menambahkan jumlah masyarakat yang membuang sampah popok bekas di sungai memang sudah berkurang. Bahkan terpantau CCTV sudah tidak terlihat lagi.

Berkurangnya kebiasaan masyarakat ini juga diikuti sosialisasi pemprov yang menyebut rekaman CCTV para pembuang popok di sungai akan disebarluaskan di media sosial. Sudah berkurang, bahkan insyaallah sudah tidak ada lagi, lanjut Ardo. Sementara itu, Ardo tak menyangka alat kecil tersebut bisa digunakan untuk mengubah kultur masyarakat menjadi lebih baik. Temen-temen belum menemukan ada yang ketangkap itu. Kami selalu pantau itu. Syukur alhamdulillah dengan adanya alat yang sederhana seperti itu bisa mengubah kultur masyarakat. Kan berakibat baik bagi masyarakat, tandas Ardo.

Leave a Reply