Thursday , December 20 2018
Home > News > Dimas Kanjeng Tersenyum Setelah Divonis Nihil Atas Kasus Penipuan
Dimas Kanjeng Tersenyum Setelah Divonis Nihil Atas Kasus Penipuan

Dimas Kanjeng Tersenyum Setelah Divonis Nihil Atas Kasus Penipuan

Dimas Kanjeng Tersenyum Setelah Divonis Nihil Atas Kasus Penipuan – Dimas Kanjeng ‘Si Pengganda Uang’ dari Probolinggo, Jawa Timur atau yang memiliki nama asli Taat Pribadi, kembali menjalani sidang untuk kasusnya yang ketiga tentang penipuan. Kali ini Dimas Kanjeng menghadapi sidang di Pengadilan Negeri Surabaya dengan agenda mendengarkan pembacaan vonis. Pada dakwaan dari Jaksa, Dimas Kanjeng telah melakukan tindak pidana penupuan pada korban Muhammad Ali.

Kepada korbannya, terdakwa menjanjikan dpat menggandakan setiap uang yang disetorkan padanya dengan jumlah yang berkali kali lipat. Korban yang tertarik kemudian menyetorkan uang secara bertahap dengan total mencapai 10 miliar. Namun sayangnya apa yang dijanjikan terdakwa ternyata tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Terdakwa terbukti tidak dapat mengembalikan uang korban yang terlah disetorkan pada terdakwa.

Baca juga ; PDI Perjuangan Akan Pasang Badan Membela Ahmad Basarah 

Dimas Kanjeng Tersenyum Setelah Divonis Nihil Atas Kasus Penipuan –Dalam amar putusan, Ketua Majelis Hakim Anne Rusiana menyatakan jika terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana dakwaan pada pasal 378 KUHP. “Terdakwa secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan pertama Pasal 378 KUHPidana tentang penipuan,” ujar Anne, Rabu (5/12).

Sebelum menjatuhkan vonis, Hakim Anne menjelaskan bahwa sebelum kasus ini terdakwa sudah divonis untuk kasus pembunuhan yang ada di Probolinggo dengan pidana 18 tahun penjara. Pada tempat yang sama yakni di Probolinggo, Dimas juga divonis dalam kasus penipuan dengan putusan 3 tahun penjara. “Terdakwa telah menerima hukuman penjara secara akumulatif. 18 tahun ditambah 3 tahun menjadi 21 tahun penjara,” ujarnya.

Dimas Kanjeng Tersenyum Setelah Divonis Nihil Atas Kasus Penipuan –Anne menyatakan sesuai dengan Pasal 66 ayat 1 KUHP jumlah hukuman tidak boleh melebihi kukuman terberat sekali ditambah dengan sepertiganya. “Undang-undang secara komulatif tidak memperbolehkan hukuman melebihi dari 20 tahun penjara. Oleh karena itu menjatuhkan pidana pada terdakwa nihil (tak mendapat tambahan hukuman pidana penjara). Pada terdakwa dan jaksa penuntut umum, dipersilakan untuk memberikan jawaban atas vonis ini, maksimal 7 hari,” ujar Hakim Anne.

Mendengarkan vonis tersebut, Dimas Kanjeng pun terlihat tersenyum. Usai sidang tersebut dirinya mengaku langsung menerima putusan tersebut. “Saya terima vonis ini,” ungkapnya.

Jawaban yang berbeda muncul dari Jaksa Penuntut Umum Rakhmat Hari Basuki. Dirinya menyatakan akan mengajukan  banding terkait dengan vonis tersebut. “Saya akan ajukan banding,” ujarnya singkat.

Sebelumnya, nama Taat Pribadi atau yang dikenal dengan Dimas Kanjeng popular pada akhir tahun 2016 lalu. Laki laki yang memiliki padepokan di Kecamatan Gading, Probolinggo ini mengklaim bahwa dirinya dapat melipat gandakan uang hingga seribu kali dari jumlah yang sudah disetorkan pada dirinya. Kasus hukum membelit ketika Dimas Kanjeng dituding menipu dan merencanakan pembunuhan dua bekas anak buahnya, Ismail Hidayah diketahui tewas pada Febuari 2015 dan Abdul Gani ditemukan tewas pada April 2016.

Kedua korban dibunuh karena Dimas Kanjeng khawatir jikalau kedua anak buahnya tersebut membocorkan dugaan praktik penipuan penggandaan uang. Atas kasus tersebut sekitar akhir Mei 2018 dirinya divonis oleh Pengadilan Negeri Probolinggo 18 tahun penjara. Kasus kedua, pada awal Agustus 2017 Dimas Kanjeng divonis terkait kasus penipuan. Modusnya, menjanjikan dapat menggandakan uang korban menjadi berkali-kali lipat. Oleh Pengadilan Negeri Probolinggo, ia dijatuhi hukuman selama 3 tahun penjara.

Check Also

Walikota Solo Dilaporkan Ke Polisi Atas Tuduhan Merusak Lahan Sriwedari

Walikota Solo Dilaporkan Ke Polisi Atas Tuduhan Merusak Lahan Sriwedari

Walikota Solo Dilaporkan Ke Polisi Atas Tuduhan Merusak Lahan Sriwedari –  Walikota Solo, F.X Hadi Rudyatmo …