Ekonomi

Dolar AS Di Bawah Tekanan karena peningkatan harga Rupiah

Dolar AS Di Bawah Tekanan karena peningkatan harga RupiahDolar AS Di Bawah Tekanan karena peningkatan harga Rupiah

Pergerakan nilai tukar antar bank Rupiah pada hari Jumat, 11 Januari 2019, telah menguat sebesar 10 poin ke level Rp14.045 per Dolar AS.

Kepala Peneliti Monex Investindo Futures Ariston Tjendra, mengatakan bahwa Dolar AS masih merasakan efek dari keputusan Federal Reserve dalam menunda kenaikan suku bunga. “Dolar AS telah melemah karena kebijakan dovish Federal Reserve, atau The Fed tahun ini,” kata Ariston.

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menginformasikan tentang keberhasilannya dalam negosiasi perdagangan dengan China. “Peningkatan hubungan perdagangan antara kedua negara mendorong minat pasar pada aset berisiko tinggi dan mendukung Rupiah,” Ariston menjelaskan.

Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada, menambahkan bahwa hasil positif dari negosiasi perdagangan AS-Cina membawa harapan baik bagi ekonomi global, termasuk Indonesia.

BACA JUGA : Inilah alasan Baswalu bahwa Anies Baswedan tidak melakukan Pelanggaran

“Kesepakatan perdagangan akan menghasilkan efek untuk meningkatkan ekonomi global, termasuk Indonesia, investor akan mulai melihat Indonesia karena kami memiliki fundamental [ekonomi] yang baik,” tambah Reza.

Sementara itu, nilai tukar rata-rata Bank Indonesia untuk 11 Januari 2019, tercatat Rp14.076, agak lebih tinggi dibandingkan dengan sebelumnya Rp14.093 per Dolar AS yang tercatat pada 10 Januari 2019

Leave a Reply