Wednesday , December 13 2017
Home > Politik > DPR SEBUT JOKOWI PENYEBAB BERTAMBAHNYA PENDUDUK MISKIN DI INDONESIA
DPR SEBUT JOKOWI PENYEBAB BERTAMBAHNYA PENDUDUK MISKIN DI INDONESIA
DPR SEBUT JOKOWI PENYEBAB BERTAMBAHNYA PENDUDUK MISKIN DI INDONESIA

DPR SEBUT JOKOWI PENYEBAB BERTAMBAHNYA PENDUDUK MISKIN DI INDONESIA

SaranaNKRI DPR SEBUT JOKOWI PENYEBAB BERTAMBAHNYA PENDUDUK MISKIN DI INDONESIA Bambang Haryono Soekartono yang menjabat sebagai Anggota Komisi VI DPR RI menyebutkan ketidak setujuanya dengan pengadaan kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL).

Menurutnya, jika dinaikkan pengguna listrik 900 Volt Ampere (watt), pemerintah dapat menyebabkan 18.7 juta masyarkat miskin akan semakin menderita.

Baca Juga :  JOKOWI MENGUNDANG BARACK OBAMA UNTUK MAKAN SIANG DI ISTANA BOGOR

“Untuk saya sendiri saya menyatakan tidak setuju dengan kenaikan TDL tersebut” ucap Bambang Haryo Soekartono di Komplek Parlemen, Jakarta, Rabu (14/6/2017).

Bambang juga menilai bahwa listri 900 watt digunakan oleh masyarakat rumah tangga yang tergolong dalam pendapatan menengah kebawah. “Pengguna listrik 900 watt ini bukan golongan orang mampu” ucapnya kembali.

DPR SEBUT JOKOWI PENYEBAB BERTAMBAHNYA PENDUDUK MISKIN DI INDONESIA Bambang Haryono Soekartono yang juga sebagai Fraksi Partai Gerindra, mengatakan sebelum menaikkan TLD harus lebih dilihat dampaknya terhadap warga miskin.

“Jangankan 900 watt ya, untuk mendapatkan listrik bermuatan 450 watt aja udah tersa sulit untuk mereka. Jadi kenaikan TDL ini sama seperti memaksakan mereka menggunakan listrik 1300 watt yang jauh lebih mahal dari ukuran kantong mereka” jelasnya.

Jadi pemerintah harus bisa membedakan antara masyarakat misksin, jangan dinilai rata seluruhnya. “Jangan karena memiliki sepeda motor, namun orang tersebut dianggap kaya,” tegas Bambang.

Bambang menyesalkan kenaikan TDL pemerintahan, ini sangat tidak berpihak kepada masayarakat kelas menengah kebawah dan pastinya banyak berdampak pada beberapa sektor terutama pada pendidikan dan perusahaan.

Baca Juga :  KEMARAHAN FADLI ZON DAN MEMINTA UNTUK MEMBUBARKAN DPR RI

“Ancaman terbesar atas kenaikan TDL tersebut adalah kebodohan untuk anak-anak sekolah dan produktivitas karyawan”, tutupnya.

Namun, Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Teten Masduki menyebutkan adanya kenaikan TDL itu tidak benar. “Isu kenaikan TDL tersebut tidak benar, yang terjadi sebenarnya bukan seperti itu”, ucap Teten di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Senin (12/6/017).

Teten menjelaskan bahwa pemerintah memberikan dua kategori subsidi, yang pertama untuk konsumen 450 VA akan diberikan subsisdi sebesar Rp 23,94 triliun, dan yang kedua untuk konsumen pengguna 900 VA akan diberikan subsisdi sebesar Rp 5,78 triliun.

Check Also

WARGA TIBERIAS DATANGI KANTOR PEMERINTAH MEMINTA BANTUAN MENGAKHIRI PERSELISIHAN TANAH

WARGA TIBERIAS DATANGI KANTOR PEMERINTAH MEMINTA BANTUAN MENGAKHIRI PERSELISIHAN TANAH

SaranaNKRI WARGA TIBERIAS DATANGI KANTOR PEMERINTAH MEMINTA BANTUAN MENGAKHIRI PERSELISIHAN TANAH Warga desa Tiberias di …