Sunday , April 22 2018
Home > Mancanegara > DRONE KORUT JATUH DI KORSEL SAAT MENGINTIP ANTI RUDAL AMERIKA DI SEOUL
FILE PHOTO: A Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) interceptor is launched during a successful intercept test, in this undated handout photo provided by the U.S. Department of Defense, Missile Defense Agency. U.S. Department of Defense, Missile Defense Agency/Handout via Reuters/File Photo

DRONE KORUT JATUH DI KORSEL SAAT MENGINTIP ANTI RUDAL AMERIKA DI SEOUL

Korea Utara dengan drone yang dimilikinya telah berhasil mengintip serta mendapatkan gambar THAAD atau sistem antirudal yang dimiliki oleh Amerika Serikat yang tengah berada di Seongju, Korea Selatan. Akan tetapi, Drone tersebut ternyata jatuh saat sedang dalam perjalanan pulang menuju ke Korea Utara.

Kejadian ini telah dilaporkan oleh Militer Korea Selatan. Dimana Drone yang sudah di lengkapi dengan kamera itu di temukan pada pekan lalu di dalam hutan sekitar perbatasan Korea Utara. Dimana Ukuran dan bentuk dari drone ini ternyata telihat sama persis dengan drone yang dulu pernah di temukan di sebuah pulau sekitar perbatasan pada tahun 2014 lalu.

“Kami mengonfirmasi drone tersebut memotret 10 gambar dari sistem Terminal High Altitude Area-Defense (THAAD),” tutur seorang pejabat Kementerian Pertahanan Korsel lewat sambungan telefon,Selasa (13/6/2017).

“Kami akan melakukan langkah-langkah terkait guna menangani drone-drone dari Korea Utara,” tukas seorang pejabat di Staf Gabungan Militer Korsel yang meminta namanya dirahasiakan.

Dalam beberapa kesempatan yang ada, telah di ketahui bahwa Korea Utara ternyata sempat menerbangkan beberapa drone menuju Korea Selatan, Dimana di ketahui bahwa Pyongyang ternyata mempunyai kurang lebih 300 unit pesawat tanpa awak dengan tipe dan jenis yang berbeda – beda pula, dan di antara nya ada juga yang dirancang khusus untuk keperluan tempur dan mata – mata.

Dan Drone yang di temukan di Seoul pada pekan lalu juga di anggap berasal dari sebuah perusahaan di Chibna. Dimana Suku cadang GAwai canggih itu di yakini adalah suku cadang yang di produksi oleh China, Republik Ceko, Jepang , dan Amerika Serikat.

Sampai dengan saaat ini Korea Utara dan Korea Selatan ternyata masoih dalam status berperang di karena kan p[ada tahun 1950 – 1953 lalu perang yang di jalani oleh kedua negara ini hanya berakhir dengan gencatan senjata saja. Dan peletakan THAAD merupakan sebuah bagian dari komitmen Amerika Serikat untuk tetap menjadi pelindung bagi Korea Selatan sebagai sekutunya di Asia Pacific dari ancaman rudal dan serangan nuklir Korea Utara yang semakin hari semakin canggih.

Check Also

KEPSEK NIKMATI TUBUH SISWI SMA BERMODALKAN AIR PUTIH

KEPSEK NIKMATI TUBUH SISWI SMA BERMODALKAN AIR PUTIH

KEPSEK NIKMATI TUBUH SISWI SMA BERMODALKAN AIR PUTIH – Seorang kepala sekolah di SMA ( …