News

EGI SUDJANA SIAP DI POLISIKAN OLEH KODAM BRAWIJAYA TERKAIT PEMALSUAN DOKUMEN

EGI SUDJANA SIAP DI POLISIKAN OLEH KODAM BRAWIJAYA TERKAIT PEMALSUAN DOKUMEN

SARANANKRI – EGI SUDJANA SIAP DI POLISIKAN OLEH KODAM BRAWIJAYA TERKAIT PEMALSUAN DOKUMEN Tim kuasa hukum dari Kodam V/Brawijaya melaporkan pengacara Eggy Sudjana ke Polres Tulungagung, Jawa Timur, Rabu (30/8). Eggi di sebut telah menggunakan dokumen palsu di lahan perkebunan secara sengaja dan terencana.

EGI SUDJANA SIAP DI POLISIKAN OLEH KODAM BRAWIJAYA TERKAIT PEMALSUAN DOKUMEN Kasus tersebut telah lama selesai setelah gugatan tersebut, namun dikarenakan pengecekan ulang dari pihak yang bersangkutan ditemukan dokumen yang palsu menurut nya, Selain Eggy Sudjana yang menjadi kuasa hukum dari penggugat, pihak Bakumdam TNI juga telah melap0rkan kelompok warga yang berpatisipasi dalam hak sengketa tersebut, dan salah satu pelaku dari warga tersebut adalah Sutrisno, ia dituduh oleh pihak TNI karena telah menjadi biang dalam pemalsuan dokumen ini, dan juga saat ini telah di tahan oleh pihak kepolisian.

EGI SUDJANA SIAP DI POLISIKAN OLEH KODAM BRAWIJAYA TERKAIT PEMALSUAN DOKUMEN “Kami mencurigai ada dokumen palsu yang telah di sebarkan oleh kelompok tersebut, dan juga pembuatan nya dimana sekarang kami sedang memberikan bukti nya di pihak kepolisian, gugatan ini sebelumnya di Pengadilan Negeri Tulungagung,” kata Tim Bakumdam Mayor (CHK) Syamsoel Hoeda dikonfirmasi usai menyerahkan dokumen tersebut di Polres Tulungagug.

EGI SUDJANA SIAP DI POLISIKAN OLEH KODAM BRAWIJAYA TERKAIT PEMALSUAN DOKUMEN Ia mengungkapkan juga bahwa dokumen tersebut telah di curigai sebelum nya oleh mereka , namun dikarenakan belum ada waktu untuk mengecek hal tersebut jadi baru bisa di proses pada saat ini, tentang palsu atau fiktif nya dokumen tersebut akan terbukti nanti pada saat di pengadilan.

BACA JUGA :  DIDUGA ADA MOTIF DENDAM, ISTRI POLISI INI TEWAS TERTUSUK GUNTING

Menurut Syamsoel Hoeda, dalam persidangan sebelum nya masih ada banyak hal yang harus ditindak lanjutin oleh pihak kepolisian, fakta yang harus di tindak lanjutin ini adalah yakni temuan pemalsuan dokumen ini.

Dia juga mencotohkan bahwa, temuan nya itu terdapat dua nama warga yang dikaitkan dengan kasus tersebut, namun sayang nya warga tersebut telah meninggal dunia pada tahun 2015 .

“Yang lebih anehnya lagi warga tersebut sebelum meninggal dunia telah memberi surat kuasa, untuk menggugat TNI AD,” ujarnya.

Syamsoel juga menyatakan bahwa Eggy Sudjana dan Sutrisno telah di laporkan dengan tuduhan melanggar pasal 263 KUHP tentang dokumen palsu serta ayat 2 tentang penggunaan nya mengenai dokumen palsu, dengan begitu akan di hukum dengan maksimal lima tahun penjara. Namun hal itu belum terbukti benar.

Leave a Reply