Monday , January 21 2019
Home > News > ERA BARU UNTUK LALU LINTAS JAKARTA
ERA BARU UNTUK LALU LINTAS JAKARTA
ERA BARU UNTUK LALU LINTAS JAKARTA

ERA BARU UNTUK LALU LINTAS JAKARTA

SaranaNKRI ERA BARU UNTUK LALU LINTAS JAKARTA – Presiden Joko Widodo telah berbicara. “Kita tidak bisa terus seperti ini,” kata mantan gubernur Jakarta itu dalam rapat koordinasi lalu lintas Jabodetabek awal pekan ini.

Dia memerintahkan Wakil Presiden Jusuf Kalla, yang dikenal sebagai pemimpin yang bisa menentukan, bisa melakukan, untuk memberikan tugas untuk mengurangi kemacetan lalu lintas di kota metropolitan dengan mengintegrasikan semua moda transportasi umum. Jokowi bertujuan untuk lebih mempromosikan transportasi umum di tempat mobil pribadi, yang pertumbuhannya jauh melebihi jalan-jalan Jakarta.

Jokowi menyadari satu kendala besar untuk mengintegrasikan moda angkutan umum. Ada terlalu banyak pemangku kepentingan yang membela kepentingan dan kebijakan yang berbeda, jika tidak saling bertentangan. Tahun ini, dua sistem baru MRT dan light rapid transit (LRT) akan mulai melayani masyarakat.

Baca Juga : KEPEPMIMPINAN KPK DISERANG

Memang, Jakarta tidak pernah membuat rencana induk yang menyeluruh tentang angkutan umum. Operator bus Transjakarta, kereta komuter, MRT dan LRT memiliki rencana sendiri yang tidak harus saling terhubung. Koordinasi antara pemerintah Jakarta dan kota-kota Jabodetabek seperti Bekasi dan Tangerang tidak ada.

Gubernur Jakarta Anies Baswedan dengan cepat mengklaim bahwa ia akan mengambil peran utama dalam tugas raksasa itu. Jakarta, katanya, akan mengambil alih 13 jalan nasional dalam upayanya untuk mengurangi lalu lintas di ibu kota. Perintah Jokowi meringkas kehendak para pembuat kebijakan di bawahnya. Bahwa kepala pemerintahan telah memerintahkan semua untuk berani dalam mengatasi kegilaan lalu lintas Jakarta harus menandai awal yang baik dari apa yang banyak orang yakini sebagai era baru.

ERA BARU UNTUK LALU LINTAS JAKARTA – Bulan lalu, kepala Dinas Perhubungan Jakarta Sigit Widjatmiko berjanji bahwa 2019 akan transformasional. “Kami menyebutnya tahun integrasi,” katanya.

Otoritas lain, Badan Transportasi Jabodetabek (BPTJ), juga mengumumkan bahwa 2019 akan istimewa. Orang-orang di kota metropolitan dan sekitarnya akan menyaksikan lompatan raksasa dengan dimulainya MRT, LRT, dan sistem penentuan harga jalan elektronik (ERP). Kepala BPTJ Bambang Prihartono mengatakan MRT akan berfungsi sebagai tulang punggung transportasi masa depan di Jakarta, sementara sistem lain, termasuk kereta komuter populer dan bus Transjakarta, memainkan peran pendukung.

Bambang, juga, memiliki integrasi dalam pikiran. Dia mengatakan moda transportasi yang lebih tua dari MRT dan LRT perlu dialihkan untuk menghindari tumpang tindih dengan layanan baru. Moda transportasi yang lebih kecil harus berfungsi sebagai penyedia angkutan umum pertama dan terakhir, menghubungkan area perumahan dengan stasiun. BPTJ berusaha memastikan semua moda transportasi umum mengadopsi sistem tiket e-money yang sama untuk mewujudkan kebijakan integrasi.

Baca Juga : PILITISI PKB MELAPORKAN EKSEKUTIF MUI ATAS DUGAAN PIDATO KEBENCIAN

Tahun ini, Transjakarta, sebuah sistem transportasi umum yang lamban diterima orang Jakarta, akan merayakan hari jadinya yang ke-15. Pada 2004, ketika gubernur Sutiyoso memperkenalkan busway, banyak orang yang meragukan akan meninggalkan mobil mereka di rumah untuk naik bus Transjakarta. Bahkan setelah 15 tahun, dan dengan ratusan bus yang memperkuat armada, Transjakarta belum meyakinkan semua yang ragu, tetapi sulit membayangkan Jakarta tanpa bus.

Tentu saja, Transjakarta tidak bisa melakukannya sendiri, tetapi integrasi semua angkutan umum diharapkan bisa.

Check Also

MOSAIK JALAN BERBENTUK SALIB DI CAT ULANG SETELAH MENDAPAT KELUHAN DARI SEKELOMPOK MUSLIM

MOSAIK JALAN BERBENTUK SALIB DI CAT ULANG SETELAH MENDAPAT KELUHAN DARI SEKELOMPOK MUSLIM

MOSAIK JALAN BERBENTUK SALIB DI CAT ULANG SETELAH MENDAPAT KELUHAN DARI SEKELOMPOK MUSLIM – Pemerintah …