Monday , June 25 2018
Home > News > GADING HILANG KEMBALI SEEKOR GAJAH JANTAN MUDA MATI TERBUNUH DI HUTAN ACEH
GADING HILANG KEMBALI SEEKOR GAJAH JANTAN MUDA MATI TERBUNUH DI HUTAN ACEH
GADING HILANG KEMBALI SEEKOR GAJAH JANTAN MUDA MATI TERBUNUH DI HUTAN ACEH

GADING HILANG KEMBALI SEEKOR GAJAH JANTAN MUDA MATI TERBUNUH DI HUTAN ACEH

GADING HILANG KEMBALI SEEKOR GAJAH JANTAN MUDA MATI TERBUNUH DI HUTAN ACEH

Pihak berwenang di Aceh telah didesak untuk segera menyelesaikan penyelidikan mereka terhadap pembunuhan gajah jinak di Aceh Timur, Aceh, dan mengambil langkah-langkah hukum terhadap perdagangan gading ilegal.

Saya berharap polisi dapat menyelesaikan penyelidikan mereka dalam kasus ini sehingga tidak akan pernah lagi terjadi pada gajah lain, kata warga Aceh Timur Muhammad Adam pada hari Minggu.

Bunta, gajah jantan berusia 27 tahun dari Unit Respon Konservasi (CRU) Serbajadi di desa Bunin, distrik Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur, Aceh, ditemukan tewas pada hari Minggu. Salah satu gadingnya telah dilepas.

Adam mengatakan gajah di CRU Serbajadi membantu mencegah konflik antara penduduk lokal dan gajah liar memasuki tanah mereka.

Ini benar-benar menjengkelkan dan tidak bisa ditoleransi. Kami [penduduk setempat] telah menderita kerugian besar dari kematian gajah karena jumlah gajah jinak yang dapat membantu mencegah konflik dengan gajah liar terus menurun, kata Adam.

Sekretaris Lingkungan Aceh dan Hutan Alam (HAKA) Badrul Irfan mengatakan pembunuhan gajah jinak adalah masalah serius yang harus segera diselesaikan.

Penegak hukum harus segera menyelidiki masalah ini. Sanksi hukum maksimum harus dikenakan terhadap mereka, kata Badrul, yang mengepalai tim patroli gajah Leuser di Aras Napal, Besitang, Sumatra Utara.

“Kematian Bunta adalah kerugian besar. Saya memesan untuk pemantauan yang lebih tinggi dari semua CRU dan pusat konservasi gajah Saree di Kabupaten Aceh Besar, ”kata Kepala Badan Konservasi Sumber Daya Alam Aceh Sapto Aji.

GADING HILANG KEMBALI SEEKOR GAJAH JANTAN MUDA MATI TERBUNUH DI HUTAN ACEH

Seekor gajah jantan ditemukan mati karena keracunan di Aceh Timur, Aceh, pada hari Minggu. Salah satu gadingnya telah dilepas.

Bunta, 27, adalah bagian dari tim gajah Konservasi Respon (CRU), yang mengusir gajah liar yang mencoba memasuki daerah itu. Bunta dan tiga gajah lainnya telah ditempatkan di CRU Serbajadi di desa Bunin, distrik Serbajadi, Aceh Timur, Aceh, sejak Januari 2016.

Tim ini ditugasi mencegah konflik antara hewan dan manusia di daerah tersebut. Bunta adalah gajah polisi utama di CRU Serbajadi, yang dikunjungi oleh aktor Hollywood Leonardo Di Caprio pada Maret 2016.

Berdasarkan informasi yang diberikan oleh tim CRU Serbajadi pada hari Minggu, Bunta ditemukan tewas ketika seorang pawang pergi untuk merelokasi dia dari hutan yang terletak 500 meter dari kamp konsentrasi CRU ke daerah lain pada pukul 8 pagi waktu setempat.

Dia melihat Bunta tergeletak di tanah mati dengan salah satu gadingnya hilang. The mahout melaporkan insiden itu ke Polisi Serbajadi, yang meneruskan laporan tersebut ke Polisi Aceh Timur.

Kapolda Aceh Timur, Adj. Komisaris Sr. Wahyu Kuncoro mengatakan bahwa ternyata gajah itu telah makan pisang dan mangga berbumbu beracun. “Kami sedang menunggu […] tim dokter hewan Konservasi Sumber Daya Alam Aceh untuk mengungkapkan penyebab kematian.

Check Also

TERKAIT AKSI MILITER CHINA TERPAKSA MENTERI PERTAHANAN AS BERKUNJUNG

TERKAIT AKSI MILITER CHINA TERPAKSA MENTERI PERTAHANAN AS BERKUNJUNG

TERKAIT AKSI MILITER CHINA TERPAKSA MENTERI PERTAHANAN AS BERKUNJUNG Menteri Pertahanan AS James Mattis akan …