Mancanegara

Gamelan Instrumen Musik Indonesia Menjadi Populer Di Korea

Gamelan Instrumen Musik Indonesia Menjadi Populer Di Korea

Gubernur Jakarta Anies Baswedan mengklaim bahwa pengguna angkutan umum di ibu kota saat ini menurun menjadi hanya 23 persen atau seperempat dari populasi kota yang berjumlah sekitar sepuluh juta orang.

Menurut Anies Baswedan, sebanyak 48 persen warga Jakarta pada tahun 1998 menggunakan transportasi umum.

Menanggapi angka yang rendah, Anies berencana untuk naik MRT Jakarta yang baru dibangun untuk bekerja dan kembali ke rumah untuk mendorong warga Jakarta untuk menggunakan transportasi umum.

“Apa pun faktornya [dari rendahnya jumlah pengguna angkutan umum], negara tidak boleh diam. Kita harus menunjuk angkutan umum massal bersama sehingga masyarakat mau naik, ”kata Anies Rabu, 13 Maret, di Balaikota, Jakarta Pusat.

Anies mengatakan bahwa ia akan menggunakan MRT Indonesia pertama untuk mencapai kantornya di Balaikota dari tempat tinggalnya di Lebak Bulus, Jakarta Selatan dalam beberapa hari ini. Tindakan itu diharapkan dapat menarik warga Jakarta mengalihkan kendaraan pribadi mereka ke transportasi umum.

Melalui halaman Instagram-nya @aniesbaswedan pada hari Rabu pagi, Anies Baswedan memposting pengalamannya naik MRT Jakarta dengan presiden direktur MRT Jakarta William Sabandar dan direktur konstruksi MRT Jakarta Silvia Halim.

Tindakan tersebut bertepatan dengan uji coba publik MRT Jakarta yang ditetapkan pada 12-24 Maret 2019. Anies Baswedan selanjutnya meminta masyarakInstrumen musik tradisional Indonesia, Gamelan, kembali menjadi satu-satunya musik asing yang dipelajari di Institut Seni Seoul (SIA) tahun ini. Selama empat tahun terakhir, SIA aktif bersinergi dengan seniman dan institusi Indonesia dalam program pertukaran mahasiswa dan dosen.

Sebagaimana dicatat dalam siaran pers yang dikeluarkan oleh Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) di Seoul, KBRI bersama dengan SIA membuka kelas Gamelan sebagai Program Musik Dunia Gamelan 2019. Kemitraan ini telah berjalan selama dua tahun. Setidaknya 30 siswa mendaftar untuk kelas semester musim semi tahun ini, meningkat dari 2018 mahasiswa semester musim gugur.

Direktur CultureHub Korea dan Profesor Seni Digital di Institut Seni Seoul, Bo Sul Kim, menyatakan penghargaannya kepada Kedutaan Besar Indonesia. “Dengan kemitraan ini, program CultureHub World Music dapat didirikan setiap semester. Semakin banyak siswa yang mengikuti program ini menunjukkan minat mereka yang tinggi untuk mempelajari budaya Indonesia, khususnya musik gamelan, ”kata Kim.

CultureHub adalah komunitas seni dan teknologi global yang didirikan oleh Seoul Institute of the Arts (SIA) yang berlokasi di New York, Los Angeles, Korea, Italia, dan Indonesia.

Duta Besar Indonesia di Seoul, Umar Hadi, mengatakan bahwa ia sepenuhnya mendukung program ini. Umar menjelaskan bahwa gamelan mewakili nilai-nilai bangsa yang menekankan kerja sama dan harmoni.

“Harmoni dalam gamelan dihasilkan dengan menerapkan disiplin dalam setiap permainan instrumen. Prinsip yang sama berlaku dalam kehidupan kita, bahwa kita harus terus bergerak selaras dengan orang lain, ”kata Umar, menggarisbawahi pentingnya pertukaran budaya dalam upaya untuk menghasilkan saling pengertian kedua negara.

Di antara instrumen musik global, gamelan dipilih dalam program CultureHub World Music dengan mempertimbangkan Indonesia sebagai mitra global paling aktif di sektor ini. Program ini bertujuan untuk mendidik budaya musik etnis global, melestarikan tradisi, dan mengembangkan jenis seni baru juga.

at untuk mengikuti langkahnya, bekerja dan kembali ke rumah menggunakan kereta. “Siapa tahu kita bisa berada di mobil yang sama,” katanya.

Leave a Reply