Uncategorized

Gojek Menanggapi Larangan Diskon Ojek Online

Gojek Menanggapi Larangan Diskon Ojek Online

Perusahaan aplikasi yang naik wahana , Grab dan Go-Jek , merespons rencana Kementerian Perhubungan untuk melarang diskon taksi online atau tarif ojek online karena hal itu dapat menciptakan persaingan tidak sehat.

“Kami berharap, apa pun keputusannya, itu dapat ditinjau secara holistik dalam hal pendapatan mitra pengemudi, konsumen, dan keberlanjutan industri,” kata VP Urusan Korporat Go-Jek Michael Say seperti dikutip oleh Antara pada Rabu, 12 Juni.

Kementerian berencana untuk melarang diskon tarif pada ojek online untuk mencegah penetapan harga predator, sebuah strategi dengan menetapkan harga layanan pada tingkat yang sangat rendah untuk menghilangkan pesaing.

Go-Jek enggan memberikan komentar lebih lanjut sebelum meninjau isi peraturan atau yang direvisi karena larangan itu masih rencana.

Sementara itu, Grab menyatakan komitmennya untuk mematuhi peraturan pemerintah.

“Kami percaya setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah didasarkan pada hasil diskusi dan pertimbangan yang cermat yang akan memberi manfaat bagi semua pihak,” kata Kepala Urusan Publik Grab Tri Sukma Anreianno.

Seperti diberitakan sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta penyedia ojek online tidak lagi menawarkan diskon tarif karena hanya akan memberikan keuntungan sementara. “Diskon memang memberi keuntungan singkat, namun untuk jangka panjang, itu bisa mematikan [bisnis]. Kami tidak ingin itu terjadi, ”kata Budi.

Leave a Reply