Thursday , November 22 2018
Home > News > GOLKAR MENUNDA BUPATI BEKASI SETELAH KASUS SUAP MEIKARTA
GOLKAR MENUNDA BUPATI BEKASI SETELAH KASUS SUAP MEIKARTA
GOLKAR MENUNDA BUPATI BEKASI SETELAH KASUS SUAP MEIKARTA

GOLKAR MENUNDA BUPATI BEKASI SETELAH KASUS SUAP MEIKARTA

Partai Golkar telah menskors keanggotaan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin setelah yang terakhir disebut sebagai tersangka dalam kasus penyuapan profil tinggi mengenai penerbitan izin properti untuk kota modern Meikarta.

Neneng, yang merupakan ketua Golkar untuk bab Kabupaten Bekasi, diduga menerima uang suap untuk mengeluarkan izin operasional untuk proyek – proyek unggulan dari perusahaan konglomerat Lippo Group yang terdiversifikasi. Proyek ini berjalan di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Kasus ini saat ini sedang ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Golkar telah memberlakukan sanksi tegas pada Neneng dengan menangguhkan keanggotaannya dan peran resmi di dewan manajemen,” kata anggota eksekutif pusat Golkar Ace Hasan Syadzily pada hari Selasa.

Sanksi tersebut didasarkan pada pakta integritas yang ditandatangani oleh semua pemimpin regional dari partai pada bulan Februari.

Jika Neneng terbukti bersalah, dia akan diberhentikan dari partai.

“[Keterlibatan anggota dalam kasus korupsi] dapat merusak citra partai. Partai juga dapat kehilangan kepercayaan dari orang-orang, sementara kami menghadapi pemilihan legislatif 2019, ”kata Ace.

Menurut KPK, kelompok itu menjanjikan Neneng Rp 13 miliar (US $ 854.175), tetapi hanya memberi Rp 7 miliar kepada beberapa eksekutif dengan pemerintah Kabupaten Bekasi.

Sebelumnya, KPK menangkap beberapa pejabat dari Badan Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR) milik pemerintah.

Pada Selasa pagi, seorang tersangka, Neneng Rahmi, kepala divisi perencanaan spasial Kabupaten PUPR Bekasi, menyerah kepada KPK setelah melarikan diri dari TKP ketika penyidik ​​KPK menangkap basahnya sambil diduga menerima uang suap di gerbang tol di Cikampek. Dia sedang menjalani pemeriksaan di markas KPK, kata juru bicara KPK, Febri Diansyah.

KPK telah menangkap dan menunjuk sebagai tersangka Billy Sindoro, direktur operasional Lippo Group, dan Henry Jasmen, seorang karyawan di perusahaan tersebut.

Badan antigraft juga menyebutkan dua konsultan yang bekerja untuk perusahaan, Taryudi dan Fitra Djaja Purnama, tersangka dalam kasus ini.

Check Also

PEMUDA CHINA MENCOBA MERANGKUL TARI JALANAN DI TENGAH PENINDASAN HIP-HOP

PEMUDA CHINA MENCOBA MERANGKUL TARI JALANAN DI TENGAH PENINDASAN HIP-HOP

Di Cina, di mana anak-anak sering dibebani dengan jadwal kegiatan ekstrakurikuler yang padat bahkan sebelum …