Wednesday , May 23 2018
Home > Politik > HAKIM MK MENDAPATKAN SANKSI RINGAN KARENA TELAH MELANGGAR KODE ETIK
HAKIM MK MENDAPATKAN SANKSI RINGAN KARENA TELAH MELANGGAR KODE ETIK
HAKIM MK MENDAPATKAN SANKSI RINGAN KARENA TELAH MELANGGAR KODE ETIK

HAKIM MK MENDAPATKAN SANKSI RINGAN KARENA TELAH MELANGGAR KODE ETIK

Dewan Etika Mahkamah Konstitusi (MK) telah menjatuhkan sanksi dan memberikan peringatan lisan kepada Ketua Mahkamah Agung Arief Hidayat sehubungan dengan tuduhan bahwa dia melobi anggota parlemen DPR untuk mendapatkan masa jabatan kedua di pengadilan.

Dewan menyimpulkan bahwa Arief melanggar kode etik karena menghadiri pertemuan dengan anggota parlemen dari Komisi III DPR yang mengawasi urusan hukum di sebuah hotel di Jakarta tanpa undangan resmi, kata juru bicara pengadilan Fajar Laksono.

Dewan tersebut meluncurkan penyelidikan yang melibatkan serangkaian sesi tanya jawab dengan Arief, aktivis dan anggota parlemen. Namun, dewan tersebut tidak menemukan bukti yang bisa membuktikan dugaan kesepakatan ruang belakang Arief dengan anggota parlemen.

“Tidak ada bukti bahwa Arief melakukan lobi politik apapun yang berkaitan dengan kepentingannya untuk mendapatkan pengangkatan kembali,” kata Fajar dalam sebuah konferensi pers, Selasa.

“Dewan etik menyimpulkan bahwa Arief melakukan pelanggaran ringan karena undangan tersebut hanya dilakukan melalui telepon […] untuk keadilan MK, menghadiri sebuah pertemuan tanpa undangan resmi adalah pelanggaran etika,” tambahnya.

Investigasi dewan ke Arief diluncurkan menyusul laporan yang diajukan oleh sekelompok aktivis yang mengatakan bahwa telah ada baku tembak antara Arief dan DPR selama pengangkatannya kembali dan sebuah judicial review yang sedang berlangsung mengenai hak penyelidikan DPR.

Peringatan lisan yang diumumkan pada hari Selasa adalah yang kedua bagi Arief, menyusul sanksi serupa yang disampaikan oleh dewan pada tahun 2016.

Arief sebelumnya telah melanggar kode etik pengadilan dengan mengirimkan memo ke mantan jaksa agung jenderal untuk pengawasan Widyo Pramono. Dalam memo tersebut, yang ditulis pada tahun 2015, Arief meminta perlakuan khusus untuk keluarganya di Kabupaten Trenggalek, yang bekerja sebagai pengacara di Kejaksaan Trenggalek di Jawa Timur.

Check Also

MAHATIR AKAN MEMBATALKAN PENCARIAN MH370 YANG SEDANG DITINJAU

MAHATIR AKAN MEMBATALKAN PENCARIAN MH370 YANG SEDANG DITINJAU

Perburuan untuk penerbangan MH370 yang hilang sedang ditinjau dan mungkin dibatalkan, kata perdana menteri Malaysia …