Ekonomi

HARGA BBM BERSUBSIDI TIDAK AKAN NAIK HINGGA AKHIR SEPTEMBER

HARGA BBM BERSUBSIDI TIDAK AKAN NAIK HINGGA AKHIR SEPTEMBERHARGA BBM BERSUBSIDI TIDAK AKAN NAIK HINGGA AKHIR SEPTEMBER

SaranaNKRI HARGA BBM BERSUBSIDI TIDAK AKAN NAIK HINGGA AKHIR SEPTEMBER Pemerintah telah memutuskan untuk harga BBM bersubsidi akan tetap sama sampai akhir September, setelah sebelumnya direncanakan akan naik harga.

Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang ditandatangani pada hari Rabu menyatakan bahwa mulai tanggal 1 Juli, harga bensin bersubsidi dengan angka oktan penelitian (RON) 88. Harga Premium, akan tetap dengan harga Rp 6.450 per liter .

Baca Juga :  OPSS, TERNYATA USULAN HABIB RIZIEQ TIDAK DI GUBRIS PIHAK ISTANA

Sedangkan solar bersubsidi, yang dikenal dengan Solar, akan menjadi Rp 5.150, dan minyak tanah akan menjadi Rp 2.500. Ini adalah harga yang sama dengan yang ditentukan pada bulan April.

HARGA BBM BERSUBSIDI TIDAK AKAN NAIK HINGGA AKHIR SEPTEMBER Presiden Jokowi Widodo mengatakan bahwa pemerintah pada awalnya memperkirakan akan menaikkan harga BBM, namun kemudian berubah pikiran.

“Berdasarkan perhitungan kami, kami telah menetapkan bahwa tidak akan ada kenaikan harga bahan bakar bulan depan di bulan Juli. Kami pada awalnya menghitung kenaikan yang mungkin terjadi, namun setelah menghitungnya lagi, harga bahan bakar tidak akan naik,” katanya pada saat pembukaan Sebuah rapat kabinet paripurna di Istana Negara di Jakarta Pusat, Kamis (24/06).

Harga minyak mentah global sebagian besar stagnan meskipun optimisme awal akan mencapai angka $ 60 per barel tahun ini setelah terjadi penurunan harga hampir dua tahun yang lalu. Benchmark West Texas Intermediate (WTI) menukarkan minyak mentah pada $ 42,56 per barel pada Kamis siang, sementara patokan patungan Brent bertahan di $ 44,91.

Baca Juga :  POLDA LAKUKAN TES URINE ANGKUTAN DARAT DAN PILOT UNTUK KESELAMATAN SELEPAS LEBARAN

Ignasius Jonan, Menteri ESDM menyebutkan bahwa keputusan dibuat sesuai dengan arahan Presiden Jokowi yang telah diputuskan dalam sidang kabinet paripura Kamis (22/06).

“Semua ada dalam pertimbangan beberapa faktor, termasuk faktor ekonomi, juga ada kecenderungan penurunan harga minyak mentah dunia,” ungkapnya.

Leave a Reply