Monday , June 18 2018
Home > Ekonomi > INDONESIA DAN MALAYSIA IKUT PERANG DI MARAWI SEBAGAI TRIO

INDONESIA DAN MALAYSIA IKUT PERANG DI MARAWI SEBAGAI TRIO

Retno LP Marsudi selaku Menteri Luar Negeri Indonesia, telah di berikan jadwal untuk terbang menuju ke Filipina pada hari RAbu 21 Juni 2017 siang hari. Dimana Menteri yang berkelahiran Semarang ini berangkat menuju ke Negeri Lumbung Padi ini adalah untuk melakukan sebuah poertemuan trilateral bersama dengan Malaysia dan Filipina yang berlokasi di Manila pada 22 Juni 2017.

Sebagai mana dengan yang di uraikan oleh Arrmanatha Nasir selaku Juru bicara Kementerian Luar Negeri dimana pertemuan trilateral ini di tujukan untuk menjelaskan tentang situasi keamanan selatan Filipina, terutama Kota Marawi dan efek nya ke subkawasan kita. Dimana pertemuan trilateral kali ini mencakup situasi yang jauh lebih besar dari pada pertemuan trilateral yang dulu pernah di adakan di Yogyakarta, Indonesia pada tahun 2016 lalu.

“Yang perlu ditekankan, fokus trilateral tahun lalu adalah keamanan laut tiga negara. Kita akan lebih dari itu. Kita ingin melakukan pencegahan meluasnya dampak dari Marawi dan keamanan di kawasan,” ujar Arrmanatha dalam press briefing mingguan di Kementerian Luar Negeri Indonesia, Jakarta, Selasa (20/6/2017).

Pada pertemuan kali ini terdapat beberapa poin yang menjadi pembahasan utama. Point yang pertama adalah tentang pemaparan dari Filipina tentang dimana point ini mencakup beberapa hal yaitu, Perkembangan kawasan Marawi, besar kecil tantangan di Marawi, serta bagaimana langkah dan proses yang harus di putuskan. Point kedua meripakan penyampaian oleh Malaysia dan Indonesia tentang semakin bertambahnya terorisme, khususnya issue teroris asing ( foreign terrorism fighter ).

Point ketiga mecakup tentang pembahasan langkah -langkah awal secara bersamaan untuk kedepanya guna mengantisipasi terorisme serta radikalisme pada kawasan juga subkawasan Filipina, Indonesia, dan Malaysia. Dimana pertemuan trilateral nanti tidak hanya membahas 3 point di atas namun juga akan membahas intelijen, pengawasan terhadap perbatasan, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan juga penguatan kapasitas.

“Pesan yang dibawa indonesia adalah memang penting law enforcement (penegakkan hukum). Tetapi banyak aspek lainnya seperti ekonomi dan pendidikan serta bagaimana kita bisa meningkatkan pemberdayaan, terutama kepada perempuan karena mereka memiliki andil untuk mengurangi terorisme,” sambung Arrmanatha.

“Kita lihat Undang-Undang Filipina sejauh mana bisa terlibat. Saat ini tidak ada kerjasama dalam konteks militer di lapangan karena itu ‘kan mekanisme itu sangat tergantung pada Undang-Undang,” tukas pria yang akrab disapa Pak Tata itu.

Check Also

ABG SMA CANTIK BERHUBUNGAN SEKS DENGAN TEMAN DARI FACEBOOK

ABG SMA CANTIK BERHUBUNGAN SEKS DENGAN TEMAN DARI FACEBOOK

ABG SMA CANTIK BERHUBUNGAN SEKS DENGAN TEMAN DARI FACEBOOK – NDA inisial seorang daun muda …